Categories: SENTANI

Warga Keluhkan Keterbatasan Nakes di RSUD Yowari

*Direktur RSUD Yowari: Pelayanan Sudah Sesuai Mekanisme

SENTANI- Sejumlah warga yang juga keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Yowari mengeluhkan ketersediaan tenaga kesehatan,  terutama dokter yang menangani pasien pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Yowari terutama pada  Sabtu (31/12).

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan,  pada tanggal 31 Desember lalu, ada banyak sekali antrian pasien gawat darurat mulai dari anak-anak sampai orang dewasa bahkan lansia,  yang ingin mendapatkan pelayanan di IGD RSUD Yowari.

“Dokter banyak yang cuti, pasien banyak, anak-anak cukup banyak yang datang untuk minta pelayanan. Itu dari  pagi, hanya ada dokter umum,”ujarnya.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura selaku pemilik dari RSUD Yowari bisa menyediakan dokter atau tenaga kesehatan tambahan,  untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien gawat darurat pada saat jam-jam tertentu seperti itu.

“Soal  cuti itu biasa, itu menjadi hak  semua orang. Tetapi pemerintah juga harus melihat ada jam-jam yang memang tingkat kunjungan masyarakat itu tinggi.  Sehingga hal-hal seperti ini juga harus diantisipasi,”ungkapnya.

Pihaknya apresiasi tenaga kesehatan yang bertugas di IGD selama jam-jam genting seperti pada tanggal 31 Desember sampai tanggal 1 Januari 2023.

“Terlepas dari itu,  kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada tenaga kesehatan yang sudah melayani kami kemarin. Kami tahu itu sangat melelahkan karena itu pemerintah juga harus beri perhatian yang serius,”imbuhnya.

Sementara itu Direktur RSUD Yowari, Dr. dr Petronella Risamasu menjelaskan, sesuai dengan penjelasan sebelumnya untuk IGD tetap dibuka dan tidak ada libur.  Sementara untuk penjagaannya sudah ada tim jaga yang terdiri dari perawat dan dokter jaga dalam hal ini dokter umum.

“Sesuai mekanisme bahwa ditangani oleh dokter jaga kemudian baru dikonsultasikan ke dokter spesialis,” jelasnya.

Dia mengatakan, mesti libur namun para dokter masih stand by. Namun hanya ada dua dokter yang sedang menjalani cuti,  itu Dokter THT dan dokter kandungan.  Sedangkan spesialis yang lain berada di tempat.

Karena itu alur konsultasi penanganan terhadap pasien ini tetap jalan mulai dari IGD sampai ke dokter spesialis apabila membutuhkan penanganan lanjutan.

Kemudian untuk pelayanan di Poliklinik pihaknya membuka pelayanan pada tanggal 29 dan 30 Desember. Untuk pelayanan di Poliklinik ini akan kembali membuka pelayanan seperti biasa pada tanggal 4 Januari 2023.

“Jadi dokter spesialis itu tidak stand by di IGD tetapi ada tim jaga di sana.  Dokter spesialis menangani sesuai dengan konsultasi yang dilakukan oleh dokter jaga,  jika memerlukan penanganan dari spesialistik,”tandasnya.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

8 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

10 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

11 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

12 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

13 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

14 hours ago