Categories: SENTANI

Ivent KMAN Habiskan Dana Rp 30 Miliar

SENTANI- Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) di Kabupaten Jayapura telah selesai setelah kegiatan itu dilaksanakan,  selama satu pekan terhitung dari tanggal 24 sampai 30 Oktober kemarin.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Kabupaten Jayapura, Parson Horota menjelaskan,  dana yang digunakan oleh panitia untuk mendukung seluruh kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (VI)  di Tanah Tabi,  khususnya di Kabupaten Jayapura senilai Rp 30 miliar. “Untuk KMAN dari awal dari APBD induk kita taruh Rp  15 miliar dari Dana Otsus” kata Parson Horota, Senin (31/10).

Dengan harapan waktu itu ada dukungan dana dari beberapa Kementerian terkait.  Namun sampai dengan 1 minggu menjelang pelaksanaan kongres panitia, tidak lagi menerima dukungan sumber dana tambahan dari pihak manapun.

Nama demikian panitia hanya menerima bantuan dana dari pemerintah Provinsi Papua senilai Rp 1,5 miliar ,  Pemerintah Kabupaten Keerom Rp 1 miliar dan Kabupaten Sarmi Rp 300 juta.

Untuk menambah dana kegiatan kongres, pihaknya kemudian melakukan audiens dengan kantor staf kepresidenan dipandu oleh pihak kantor staf kepresidenan, mereka kemudian melakukan zoom meeting dengan beberapa kementerian terkait. 

Jawaban dari sejumlah kementerian terkait memang mendukung tetapi dukungan itu hanya diberikan berupa dukungan moril.

  Pihaknya juga menyurati Kementerian Keuangan sehingga diberikan ruang untuk melakukan audiens melalui zoom meeting dengan Kementerian Dalam Negeri.  Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan kemudian memberikan ruang kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk melakukan perbaikan terhadap APBD guna mendukung pelaksanaan kongres aman.

“Dari situ kita pulang dari Jakarta mencoba melakukan pembenahan terhadap APBD,  kemudian melakukan perubahan-perubahan di APBD,”ujarnya.

Ditambahkan, dana yang diperoleh dari perbaikan APBD perubahan dan dukungan dana Otsus totalnya sekitar Rp 27,2 miliar, ditambah lagi dengan bantuan pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Keerom dan Sarmi senilai Rp 2,8 miliar sehingga totalnya berjumlah Rp 30 miliar . (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

7 hours ago

Dinkes Lanny Jaya Turun Kirimkan Tim Ke 3 Distrik Yang Terdampak Hujan Es

Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…

8 hours ago

Pemprov Papua Pegunungan Minta Bantuan Pusat

Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…

9 hours ago

Bupati Keerom Lantik Ketua Baru Kwarcab Pramuka  Keerom

Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…

15 hours ago

Polres Jayapura Amankan 79 Botol Boplas di Doyo Lama

Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…

16 hours ago

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

1 day ago