

Sejumlah anggota satuan polisi pamong praja saat menggelar latihan terkait dengan upaya penyelamatan terhadap bencana kebakaran, Rabu (11/6). (foto:Mboik Cepos)
SARMI-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sarmi menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran minuman beralkohol (miras) ilegal di wilayah Sarmi. Penindakan ini mengacu langsung pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pelarangan Produksi dan Penjualan Minuman Beralkohol, baik yang bersifat pabrikan maupun tradisional.
Kasatpol PP Kabupaten Sarmi, Obet Pongrate, menuturkan bahwa pihaknya bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) akan mengambil langkah konkret untuk menindak para pelanggar Perda tersebut. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan tanpa kompromi.
“ Kami akan berkoordinasi dengan Korwas PPNS dari Polres Sarmi untuk menindaklanjutinya sesuai ketentuan pidana yang berlaku,” ujar Obet Pongrate saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/6).
Obet menjelaskan, dalam Perda No. 10 Tahun 2017 tersebut disebutkan bahwa siapa pun yang memproduksi, mengedarkan, atau menjual minuman beralkohol di wilayah Kabupaten Sarmi tanpa izin, terancam hukuman pidana kurungan hingga enam bulan atau denda maksimal sebesar Rp50 juta.
Ia menambahkan, keberadaan miras selama ini menjadi salah satu faktor utama penyebab terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di berbagai wilayah di Sarmi. Oleh karena itu, tindakan preventif dan represif akan terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
“Kami berharap masyarakat juga turut berperan aktif dalam mendukung upaya ini dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran miras di sekitar mereka,” tutupnya.(roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…