Menurutnya, pekerjaan fisik saat ini hanya bisa dijalankan melalui APBD induk. Situasi ini dinilai fatal, karena perputaran uang di tengah masyarakat menjadi terhenti. “Sekalipun sektor pasar dan lainnya digerakkan, kalau tidak ada perputaran uang, masyarakat tetap menderita,” tambahnya.
Ia menegaskan, dalam waktu dekat DPRD akan memanggil Bupati untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong pemerintah daerah lebih proaktif mencari sumber pendanaan lain, termasuk dari APBN.
“Asalkan ada pekerjaan masuk ke Sarmi, masyarakat kecil seperti tukang lokal bisa mendapat penghasilan. Walau kontraktornya bukan orang Sarmi, yang penting masyarakat bisa bekerja,”pungkasnya.(roy/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Rekianus Samkakai, S.STP, MAP, saat ditemui menjelaskan, insiden itu…
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura yang juga Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo,…
Aksi nekat kedua pelaku digagalkan sebelum mereka sempat membawa kabur barang berharga milik korban. Warga…
Proses seleksi tak lagi mewajibkan hadir di dalam kelas untuk ujian tulis bersampul kertas.…
Persipura Jayapura resmi merekrut penyerang baru, Lazarus Sinim. Pemain muda yang bersinar pada Liga 4…
Kepala Bidang Pajak Bapenda Provinsi Papua Ardi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kontribusi penerimaan opsen…