Categories: PEGUNUNGAN

Debat Kandidat Sempat Diwarnai Protes

Pendukung Pasangan calon Nomor urut 1 ketika mengikuti debat kandidat dari layar monitor diluar Ruang Sidang DPRD Yalimo, Insert Kehadiran Erdy Daby Dalam Debat kandidat Kedua di Elelim. (Foto : Denny/ Cepos)

WAMENA_Meskipun sempat menuai aksi protes dari kandidat nomor urut satu Erdy Daby dan Jhon Wilil, lantaran adanya sedikit keterlambatan dari Pasangan calon nomor urut dua Lakius Peyon dan Nahum Mabel, namun KPU Kabupaten Yalimo tetap melangsungkan debat kandidat kedua yang di ruang Rapat DPRD Yalimo rabu (28/10) kemarin.
Ketua KPU Kabupaten Yalimo Yehemia Walianggen mengungkapkan bahwa untuk debat kandidat kedua ini dilaksanakan di Elelim Ibukota Kabupaten Yalimo, pelaksanaan debatnya dijadwalkan pukul 15 .00 WIT, namun sempat sedikit molor karena kandidat nomor 2 terlambat menghadiri acara debat ini.
Kandidat nomor urut 1, lanjut Yehemia, melakukan protes keterlambatan pasangan calon nomor urut dua. Mereka meminta KPU dan Bawaslu harus segera melakukan debat , sementara pihaknya harus menunggu, karena debat akan dilaksanakan apabila kedua pasangan calon itu ada di dalam ruangan.
“Yang menyampaikan visi dan misi itu adalah kedua pasangan calon, jadi yang berdebat bukan KPU dan hanya memfasilitasi ruang ini sehingga pasangan Calon memanfaatkan menyampaikan visi dan misi dan program yang ditawarkan kepada masyarakat,”jelas Walianggen.
Menurutnya, masalah itu sudah didiskusikan dan telah disepakati untuk melanjutkan debat dengan thema yang diusung pembangunan sumber daya manusia dan sumberdaya alam yang diseleraskan dengan pembangunan nasional dan daerah.
Mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Yalimo juga menyatakan, tak ada sanksi hukum kepada kandidat nomor urut 2 yang datang terlambat, sehingga jika tadi dipersoalkan, KPU hanya meminta pandangan kepada Bawaslu dan memang tak ada sanksi bagi pasangan calon yang hadirnya terlambat, namun semua bisa berjalan dengan baik hingga debat kedua selesai.
“Untuk rencana debat kandidat ketiga, sesuai rencana akan dilakukan di Jayapura namun seiring berjalannya waktu kami akan melihat kembali, karena dalam pelaksanaan debat kedua di Yalimo sedikit mengalami gangguan teknis seperti sound system, penerangan di gedung DPRD Yalimo tak terlalu terang,”katanya.
Sementara itu, dalam debat kandidat ini hadir calon Bupati Yalimo nomor urut satu Erdi Daby yang semula tak bisa mengikuti debat pertama di Jayapura lantaran terjerat proses hokum. Dalam debat kedua ia bisa hadir untuk menyampaikan visi dan misinya, sehingga KPU baru mendapat informasi ketika ia tiba di Elelim pada Selasa (27/10).
“Kita baru mendapat informasi keikutsertaan beliau dalam debat kandidat pada Selasa kemarin dan tim suksesnya langsung menyampaikan kepada KPU bahwa yang bersangkutan bisa hadir karena proses hukumnya telah disepakati secara kekeluargaan dan telah diselesaikan,”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

16 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

18 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

19 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

20 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

21 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

22 hours ago