Categories: PEGUNUNGAN

Normalkan Tambang Tradisional, 12 Suku di Korowai Gelar Doa Bersama

Ribuan masyarakat yang hadir dalam doa bersama dalam rangka menormalkan tambang tradisional rakyat Papua di Korowai, Selasa ( 28/9) ( FOTO: Tim For Cepos)

Normalkan Tambang Tradisional, 12 Suku di Korowai Gelar Doa Bersama  

JAYAPURA-Dalam rangka menormalkan aktifitas tambang tradisional rakyat Papua di Korowai,  ribuan masyarakat  dari masyarakat Asli Korowai 12 suku, sebagai tuan dusun tempat penambangan emas menggelar doa bersama.  Doa bersama yang dipimpin  Pdt. Victor Kobak  ini juga dihadiri para hamba Tuhan, kader gereja GIdI Yahukimo dan masyarakat dari 7 Wilayah adat di Papua serta Masyarakat Nusantara di Mining Satu, di Korowai.  Acara diwarnai bakar batu 17 ekor babi. 

  Sekretaris Panitia Yotam Balingga mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan guna menormalkan tambang Emas tradisional rakyat Papuda di Korowai. “Mereka melaksanakan 3 agenda penting yang sudah diagendakan, selain dari 24 aturan hukum tambang emas yang dibuat di Korowai.” ungkapnya dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, kemarin. 

  Tiga agenda penting tersebut yakni, menormalkan tambang tradisional rakyat Papua di Korowai. Melancarkan ekonomi tambang emas Korowai, peluncuran emas atau kasih naik emas di Korowai dan Deklarasi hukum tambang atau aturan tambang di Korowai.  

     Sementara itu, Dr. Ones Pahabol sebagai tokoh masyarakat  yang diundang dalam acara doa tambang tradisional rakyat Papua itu mengatakan bahwa masyarakat melaksanakan acara itu tidak secara kebetulan, tapi karena rencana Tuhan.

   Sebab, selain orang Asli Korowai, anak-anak dari Ilu, Toli, Mee, Kepala Burung (Sorong), Biak,  Kamimana, Timika, Mearuke, Pegunungan Bintang, Tanah Merah, Asmat, dan 12 suku di Yahukimo, juga ada  suku-suku Nusantara,  yaitu Toraja, Makassar, Batak, Jawa dan semua yang ada di tempat tambang rakyat Papua di Korowai.  

  “Semua suku-suku ada disini, bukan kebetulan tapi hanya karena rencana Tuhan ada di tempat ini. Maka saya pesan yang didahulukan adalah emas bagi Kristus, maka emas yang ada di dalam tanah akan memberikan emas ke permukaan tanah, itu pasti,” kata Ones Pahabol.(oel/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Serpihan Bom Akhirnya Ditemukan

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…

3 hours ago

Dua Prajurit TNI Disebut Tewas Dalam Kontak Tembak

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk.…

4 hours ago

Pemerintah Diingatkan Segera Menyiapkan Langkah Antisipatif

Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan dampak…

5 hours ago

Jawab Isu “Pesta Babi”, Mentan Amran Sebut Pesta Pangan

“Kenapa yang dibahas hanya pesta babi di Merauke? Kenapa tidak melihat Sumatera Selatan yang kami…

6 hours ago

Tak Heran Pelaksanaan MBG Carut Marut

Kasus ini dinilai harus menjadi momentum krusial untuk membenahi tata kelola program strategis nasional tersebut…

9 hours ago

Mengapa Biak Banyak Ditemukan Amunisi Bekas Perang Dunia

Selain sisa logistik yang tertimbun di dalam tanah maupun gua, sisa amunisi juga banyak yang…

16 hours ago