Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi saat berbincang dengan mahasiswa di Kota Yogyakarta, pekan kemarin. ( FOTO: Dok Humas For Cepos )
Bupati Banua: Saya Tak Lakukan Safari Politik, ini Tugas Pemerintah
WAMENA—Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, M.Si untuk melakukan pertemuan dengan mahasiswa asal Jayawijaya yang kuliah di beberapa kota seperti Manokwari, Papua Barat, Makassar, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta, nampaknya mendapat sorotan dari komponen masyarakat.
Bahkan saling beradu argumentasi dalam media sosialpun tak bisa dihindari, di mana ada yang menilai jika perjalanan yang dilakukan oleh orang nomor satu di Kabupaten Jayawijaya ini, hanyalah mencari simpatisan dan pencitraan semata, sebab mereka mempertanyakan mengapa mantan wakil bupati dua periode itu tak melakukan Kunkernya kepada mahasiswa sejak awal ia terpilih.
Menanggapi permasalahan tersebut, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, kunjungan yang dilakukannya untuk melihat mahasiswa yang ada di luar Papua, tidak ada unsur politiknya, apa lagi pencitraan.
“Kunjungan ke asrama Mahasiswa Jayawijaya, sudah menjadi tugas dan kewajiban Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, guna mendengar langsung semua aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa yang ada di setiap kota studi di Indonesia,”ungkapnya, Sabtu, (28/5) kemarin.
Kata Jhon Banua, kunjungan yang dilakukan di beberapa asrama mahasiswa bukan untuk melakukan safari politik atau ada kepentingan politik lainnya, kunjungan itu merupakan bentuk perhatian dan tanggungjawab sebagai bupati dan juga Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, kepada mahasiswa Jayawijaya yang ada di kota studi di Indonesia.
“Setiap orang harus berpikir secara dewasa sebagai intelektual, sehingga tidak menyesatkan adik-adik mahasiswa Jayawijaya yang saat ini menempuh pendidikan di beberapa tempat kota studi di Indonesia,”katanya.
Ia berharap kepada oknum agar tidak berpikir bahwa kunjungan bupati itu untuk berpolitik, itu tidak benar, kunjungan yang dilakukan merupakan tugas pemerintah untuk melihat perkembangan dan kemajuan sumber daya manusia Jayawijaya, terutama Mahasiswa Jayawijaya yang ada di beberapa kota di Indonesia.
“Saya tidak melakukan rangkaian perjalan ataupun kegiatan safari politik, dalam kunjungan ini, saya melibatkan OPD terkait, khusus menangani setiap kendala dan persoalan yang dihadapi oleh adik-adik mahasiswa,”bebernya.
Bupati menegaskan,sangat tidak mungkin, dan tidak perlulah ia lakukan pencitraan dan berpolitik dalam kegiatan pemerintah, karena saat di lapangan, adik-adik mahasiswa merasa senang duduk bersama dengan pemerintah dan menyampaikan semua aspirasi serta kelurahan yang dihadapi selama menjalani perkuliahan di kota studi masing-masing.
“Ada banyak masalah yang mereka sampaikan kepada kami, kami berusaha untuk mencari jalan keluar atau solusi yang cepat untuk menyelesaikan masalah mereka itu,”tutupnya. (jo/tho)
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…