

Bupati Jhon Richard Banua, SE, MSi (FOTO: Denny/ Cepos )
WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengakui bahwa tahun 2021 ini setelah dana otsus banyak terpotong, maka pelayanan kesehatan di Distrik Nanggro Trikora sudah tidak ada. Namun di tahun 2022 mendatang, terhitung Januari harus ada petugas kesehatan yang diterbangkan kesana untuk melakukan pelayanan kesehatan.
“Bisa saja masa transisi sehabis Natal dan Tahun baru akan muncul penyakit, sehingga harus ada petugas medis kita yang diterbangkan kesana memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kita, saya sudah mengantisipasi masalah ini,” ungkap Bupati Jhon Banua, Selasa (28/12) kemarin.
Menurut Bupati, tahun depan Pemda akan melihat bagaimana untuk menempatkan tenaga medis disana lagi untuk pelayanan terbang. Pihaknya juga sudah memerintahkan kepala Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti masalah ini.
“Selain petugas medis, kita juga akan menunjuk Plt Kepala Distrik Nanggro Trikora yang baru, sebab untuk pejabat lama sudah mengundurkan diri, dan tugas administrasi disana juga harus berjalan,” jelasnya.
Bupati juga menyatakan untuk sumber anggaran bagi pelayanan kesehatan di Distrik Nanggro Trikora ini yang dulunya menggunakan dana Otsus, untuk tahun ini pemerintah akan melihat lagi sumber anggarannya dari mana, karena ada banyak sumber anggaran yang bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan disana.
“Kalau dulu ada petugas dari kijang (Satgas Kaki Telanjang.red) yang dibiayai oleh Otsus kesana, tapi untuk tahun depan tidak tentu kita akan lihat sumber anggaran yang lain, apabila otsus tidak bisa digunakan untuk itu atau tidak mencukupi,”terangnya.
Ditambahkan bahwa untuk Distrik Nanggro Trikora memiliki 4 Kampung, sehingga tahun depan ini, pihaknya akan coba untuk melihat pelayanan kesehatan dan pendidikan disana. Sebab warga disana adalah bagian dari Kabupaten Jayawijaya sejak dulu hingga saat ini.
“Warga Nanggro Trikora sudah menyatakan sikap untuk tetap masuk ke Kabupaten Jayawijaya, mereka tidak mau masuk ke kabupaten lain yang berbatasan dengan mereka, sehingga masalah pelayanan mendasar di sana menjadi tanggungjawab Pemda Jayawijaya,”tutupnya. (jo/tri)
Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…
Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…