Categories: KEEROM

Tinggal di PNG, Sekolah di Indonesia

KEEROM-Pastor Paroki Yuruf-Amgroto, Heribertus Lobya, OSA yang memiliki wilayah pelayanan hingga ke wilayah perbatasan RI-PNG mengungkapkan bahwa SD YPPK Amgroto-Yuruf memiliki kelas jauh yang berada di Kampung Akarenda, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom.

   Kampung Akarenda ini merupakan salah satu kampung yang berdekatan dengan daerah perbatasan RI-PNG, sehingga tak heran jika kelas jauh SD YPPK Amgroto-Yuruf yang berada di Kampung Akarenda ini memiliki siswa yang berasal dari salah satu kampung di sebelah PNG.

  Kelas jauh SD YPPK Amgroto-Yuruf di Kampung Akarenda ini memiliki dua orang guru pembantu yang sehari-hari mengajar anak-anak di Kampung Akarenda. Mereka diperbantukan sebagai guru di sana. Kelas jauh ini hanya membuka kelas satu hingga kelas tiga. Selanjutnya kelas empat hingga kelas enam, para siswa akan ke Kampung Yuruf untuk melanjutkan pendidikannya SD YPPK Amgroto-Yuruf.

  “Anak-anak yang sekolah di kelas jauh ini berasal dari Kampung Akarenda (Indonesia) dan ada juga anak-anak dari Kampung Ninivae (PNG) yang sekolah kelas satu hingga kelas tiga di kelas jauh SD Amgroto-Yuruf,” katanya kepada Cenderawasih Pos di Dusun Konggorobu, Kampung Amgroto, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Sabtu (25/12).

  Menurut Pastor Heri, bulan Oktober 2021 yang lalu dirinya membawa dua orang ke sana untuk mengecek sekolah di sana. Ada sekitar 40-an siswa yang bersekolah di kelas jauh Kampung Akarenda. Menariknya, dari 40-an siswa ini ada sebagian siswa sekitar 20-an dari Kampung Ninivae (PNG) untuk bersekolah di Kampung Akarenda (Indonesia).

  40-an siswa di kelas jauh Akarenda ini diajarkan oleh dua orang guru pembantu, yaitu Ardi Laus Orambe dan Markus Balia. Guru Ardi sendiri berasal dari Kampung Akarenda, sedangkan Guru Markus berasal dari Kampung Ninivae. Mereka selalu setia berada di daerah Akarenda untuk mengajarkan anak-anak.

  “Mereka ini hanya guru pembantu dan bukan guru honor atau guru kontrak, tetapi Kepala Sekolah SD YPPK Amgroto-Yuruf yang menyuruh mereka membantu mengajar anak-anak di sana. Nanti mereka hanya diberikan uang saku oleh kepala sekolah,” tutur Pastor Heri yang kini sudah menjadi Pastor Paroki Yuruf-Amgroto selama 3 tahun.

  Pastor Heri menambahkan, sekitaran 20-an anak-anak yang tinggal di Kampung Ninivae (PNG) ini sehari-hari berjalan kaki dari Kampung Ninivae ke Kampung Akarenda hanya untuk menempuh pendidikan. Perjalanan dari Kampung Ninivae (PNG) ke Kampung Akarenda (Indonesia) sekitar 15-20 menit.

   “Anak-anak dari Kampung Ninivae (PNG) ini tinggal di kampungnya, tetapi mereka berjalan sekitar 15 menit ke Kampung Akarenda (Indonesia) untuk menempuh pendidikan di kelas jauh. Nanti selesai sekolah, maka siang hari mereka akan kembali ke Kampungnya Ninivae di PNG,” ucapnya. (bet/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

16 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

18 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

19 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

20 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

21 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

22 hours ago