

Ketua Kelompok Tani Sawah Wanimasa Yakob Oagay memperlihatkan hasil panen padi di Kampung Moai Distrik Hubikiak yang melimpah namun kesulitan alat perontok padi Sabtu (26/7) (Denny/ Cepos)
WAMENA – Kabupaten Jayawijaya menjadi salah satu wilayah yang menjadi lumbung sayuran di wilayah Papua Pegunungan, oleh karena itu saat ini petani hanya butuh satu pasaran yang bisa menampung hasil kebunnya, pasaran tersebut tidak hanya dalam kota Wamena saja namun juga harus keluar daerah sehingga ini dapat memicu semangat petani untuk kembali membuka lahan.
Salah satu petani lokal Asal Jayawijaya Herlin Huby menyatakan, beberapa tahun teralhir ini pemerintah terus menggairahkan masyarakat untuk membuka lahan pertanian, namun selalu saja lahan itu dikerjakan apabila ada pengawasan langsung dari pemerintah sehingga terkesan tak serius mengelola lahan pertanian.
“Masalah seperti ini muncul karena kebanyakan petani memikirkan soal pemasaran dari hasil kebunya, kalau hanya mengandalkan pasara dalam Kota Wamena semata itu sangat sulit dan membutuhkan pemasaran dengan skala yang lebih besar,” ungkapnya Sabtu (26/7)
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…
Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…
Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…
Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…
Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…