Categories: PEGUNUNGAN

Tak puas Dengan Pelayanan, Dukcapil Jayawijaya Dipalang Sementara Oleh Warga

WAMENA – Puluhan warga yang mengantri sejak pagi di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jayawijaya melakukan aksi protes yang spontan dilakukan terhadap petugas yang melakukan pelayanan di kantor tersebut karena pelayanan yang diberikan tak memuaskan masyarakat yang datang dengan berbagai keperluan.

Salah satu masyarakat Wempi Asso menyatakan banyak warga yang datang ke kantor dukcapil ini sejak pukul 06.00 Wit, dan kantor baru dibuka 08.00 wit sampai 08.30 Wit setelah petugas datang, namun dalam melakukan pelayanan selama 30 menit petugas memberikan informasi jika nomor antrian habis sehingga warga yang sudah tunggu sejak pagi ini disuruh pulang.

“Kami sudah melakukan koordinasi ke dalam, namun tanggapan dari petugas tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan nada yang dikeluarkan juga agak kasar sehingga memicu warga tak terima dan saling adu mulut,”ungkapnya Kamis (26/2) di Kantor duk capil Wamena.

Wempi juga menegaskan saat ini kantor Dukcapil Kabupaten Jayawijayya dipalang oleh masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah khususnya di kalangan dinas ini, kita ingin ketemu kepala dinas, sekretaris dan kepala bidang namun semua diluar, aspirasi ini mau disampaikan ke siapa kalau tak ada pimpinan di kantor ini.

“Karena tak ada pimpinan di Dinas Dukcapil masyarakat yang datang dan tak terlayani sepakat untuk melakukan pemalangan kantor agar pelayanan bisa berjalan sesuai harapan, jangan bermaun sukuisme dan sistem keluarga,” tegasnya

Wampi juga membuktikan adanya seorang ibu dari luar Papua yang datang untuk mengurus surat pindah domisili, meskipun datang agak siang, namun surat itu bisa didapatkan usai melalui jalur belakang namun pada saat keluar surat itu jatuh didepan masyarakat yang mengantri.

“Ini membuktikan kalau ada orang dalam atau kenalan petugas sering menghubungi mereka lewat dari jalur belakang tanpa prosedur dan antrian yang dibuat sendiri oleh Dukcapil Jayawijaya, kita anak asli disini disampingkan, bahkan selama 3 hari bisa bolak -balik, cara -cara seperti ini memancing emosi kami,”tegasnya.

Di tempat yang sama Frank Aritonang menyatakan biasanya untuk nomor antrian untuk pelayanan bisa di keluarkan sampai dengan 60 orang, namun karena ada pembatasan jam pelayanan terkait dengan bulan Puasa sehingga pelayanan di batasi, ini bisa dibuktikan lewat sudat edaran yang di keluarkan oleh Pemkab Jayawijaya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Ada 42 Operasi di Papua, Negara Belum Mampu Tangani OPM

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan, berdasarkan kajian Komnas HAM terhadap situasi Daerah Operasi…

2 hours ago

​Dorongan Calon Provinsi Papua Utara Menghangat

​Deklarasi ini mewakili aspirasi masyarakat adat dari empat kabupaten di wilayah Saireri, yakni Kabupaten Biak…

3 hours ago

Ditangkap di Ruko, Satu Anggota KKB Disinyalir Terlibat Rangkaian Pembunuhan

Dari tangannya,  polisi menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm yang disimpan di dalam noken.…

4 hours ago

Dilematis, Ingin Bangun Rumah Sendiri Tapi Terbentur Rencana Penataan Pemerintah

  Air laut di sekitar kawasan tersebut masih tampak hitam pekat. Tumpukan arang dan sisa…

5 hours ago

Timbun BBM,  Tujuh Ton Lebih Solar Diamankan

Barang bukti tersebut diamankan dari dua lokasi di Kota Jayapura dan satu lokasi di Merauke.…

6 hours ago

Para Warek Solid, Roda Organisasi Uncen Tetap Berjalan

   Kondisi inipun sejalan dengan penyampaian dari ​Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV…

7 hours ago