Categories: PEGUNUNGAN

Tangani Korban Anarkis, RSUD Wamena Dapat Bantuan Perawat Dan Dokter

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, M.H saat menjenguk korban aksi anarkis di RSUD Wamena. ( FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena mendapat bantuan tenaga perawat dan dokter dari sejumlah Puskesmas dan kabupaten lain maupun instansi lain guna membantu menangani korban konflik yang membutuhkan perawatan medis segera.

   Direktur RSUD Wamena, dr. Felly Sahureka mengatakan, dalam penanganan bagi korban kerusuhan seluruh petugas yang ada dikerahkan baik dokter, perawat bidan, dengan tambahan 10 orang petugas kesehatan dari luar RSUD seperti dari Puskesmas-puskesmas.

  “Ada juga tenaga dokter dari kabupaten lain yang lagi posisi di Wamena turun tangan untuk membantu. Kami sangat berterima kasih untuk itu, karena petugas kita juga rata-rata ada mengungsi sehingga kita keterbatasan tenaga,” ungkapnya kepada wartawan usai apel ASN halaman Gedung Wenehule Hubi, Kamis (26/9).

  Kata dokter Felly, pihaknya juga dapat tambahan dua tim yang diperbantukan dari krisis center provinsi yang Kamis (26/9)  pagi naik sebanyak 28 orang, ditambah tenaga kesehatan dari Angkatan Udara dan Angkatan Darat berjumlah 30 orang.

  “Pasien patah tulang akan ditangani langsung oleh dokter ortopedi yang dikirim dari kesatuan itu, sehingga bisa membantu kita untuk pelayanan operasi selain dua dokter bedah yang ada di sini ditambah satu dokter dari Lanny Jaya ikut membantu,” katanya.

   Ia menjelaskan, hingga hari ke empat pasca kejadian terdapat 71 orang yang luka-luka, tetapi rata-rata ada yang sudah pulang, dan 20 orang telah dirujuk ke luar Wamena. Sedangkan pasien lain selain yang sudah dipulangkan, lainnya masih dirawat di bangsal untuk tindakan operasi dan lain-lain, ada yang luka bakar, ada luka patah tulang, luka tembak sementara masih ada di RSUD,

  “Untuk ketersediaan obat hingga saat ini di RSUD Wamena masih mencukupi, namun dengan keadaan yang tidak terduga ini kita juga telah meminta droping obat dari provinsi.”jelas dr. Felly

   Untuk di tempat pengungsian Lanjut Direktur RSUD Wamena , pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan sampai saat tim dari Jayapura tiba, sehingga ada 58 orang yang akan membuat posko kesehatan di tempat-tempat pengungsian untuk lakukan pelayanan kesehatan disana 

   Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Dr. Willy E. Mambieuw, SpB mengatakan bantuan tenaga medis yang dikirim ke Wamena merupakan dari provinsi, rumah sakit Marten Indey, dimana mereka telah bergabung dengan tim kesehatan di Jayawijaya.

  “Kita lebih fokus pada penanganan pasien-pasien yang berada di tempat pengungsian, dimana petugas kesehatan akan disebar dari beberapa Puskesmas yang ada untuk mengecek situasi kesehatan masyarakat di pengungsian yang kurang lebih ada 22 titik,” beber dr. Willy.

  Selain itu, dinas juga akan membuka posko induk yang dipusatkan di gudang farmasi tepatnya di depan RSUD Wamena, dan juga akan ada di tempatkan tenaga kesehatan di setiap pengungsian. Dimana Semua dokter dan perawat yang ada di Puskesmas diperbantukan, karena ada juga yang mengungsi ke kota, sehingga diaktifkan untuk melayani masyarakat yang ada di sekitar tempat pengungsian.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pemprov Papua Tingkatkan Pemerataan Energi dan Tata Kelola Tambang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus meningkatkan pemerataan akses energi dan membenahi tata kelola pertambangan sebagai…

23 minutes ago

​BOSDA Beda dengan BOS Reguler dari Pemerintah Pusat

  Menurutnya, BOSDA merupakan bantuan khusus kepada sekolah daerah yang pendanaannya bersumber langsung dari Dana…

1 hour ago

Bawa Bibit Ganja, Seorang Pemuda Dibekuk 

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen,, melalui Kasat Narkoba AKP Febry…

2 hours ago

Sampah Menumpuk, Komunitas Bukit Khambu Desak Pemkot Bertindak

  Keondofoloan Khambuyouge Asli Waena, John G. Ohee, melalui pemberitahuan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota…

3 hours ago

Hanya Berharap Hujan Turun dan Kabut Asap Menghilang

Matahari musnah dibungkus kabut asap, sementara perut bumi enggan memuntahkan air jernih. Fenomena iklim El…

4 hours ago

FMPPKMT Desak Polda Papua Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana BTT Rp12 Miliar

Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dasar hukum penggunaan anggaran, mekanisme pencairan, pelaksanaan…

5 hours ago