Categories: PEGUNUNGAN

Bupati Jhon Banua: Perlu Ketegasan Dalam Penertiban Masyarakat

Meski banyak kios dan toko yang sudah tutup aktifitasnya pada pukul 12.00 WIT,  namun aktifitas warga di jalan  masih tetap terlihat di Kota Wamena. (FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan  bahwa perlu ada sedikit ketegasan dalam melakukan penertiban terhadap masyarakat di Jayawijaya agar mematuhi aturan pelarangan aktifitas masyarakat yang dibatasi sejak pukul 06.00 WIT sampai 12.00 WIT  yang mulai berlaku sejak 23 April Lalu hingga 6 Mei mendatang.

   Menurutnya dalam rapat yang dilakukan sejak 19 April lalu, Kapolres Jayawijaya dan Dandim 1702/ Jayawijaya sudah menyatakan akan melakukan razia yang cukup ketat dan tidak seperti biasanya. Karena itu, ia menilai   perlu dilakukan pengawasan ekstra ketat lagi agar bisa sesuai harapan.

   “Pemerintah berkaca pada situasi sebelumnya dimana Jayawijaya zero dari Covid -19 sebelumnya dan waktu dibuka dari Pukul 06.00 sampai Pukul 18.00 Wit itu ada 3 orang yang positif dan saat ini masih dirawat,  sehinga mungkin perlu ada sedikit ketegasan untuk menertibkan masyarakat,”ungkapnya Sabtu (25/4) kemarin.

   Menurut Bupati, hingga saat ini masih banyak kios-kios yang buka secara diam -diam untuk melayani pembeli, sehingga ia kembali mengingatkan jika   ada kios yang kedapatan melakukan aktifitas perdagangan secara sembunyi –sembunyi, maka tak akan ditorelir lagi dengan melakukan pencabutan izin usaha.

    Sementara Itu Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menyatakan sejak hari pertama, personelnya yang dikerahkan untuk melakukan penertiban pada masyarakat itu sebanyak 30 personel Polres ditambah   10 orang personel sat pol PP untuk melakukan patroli penertiban di dalam Kota Wamena.

  “Kita awali pertama dengan memberikan imbauan dengan harapan masyarakat bisa memahami kondisi yang saat ini terkait dengan pembatasan waktu aktifitas masyarakat hingga pukul 12.00 siang, tentu ini masih berjalan dan kita akan lebih fokus memberikan komunikasi dan imbauwan,”kata Rumaropen secara terpisah.

   Ia juga menyatakan, apabila dalam pemberian imbauan ini ada kemungkinan -kemungkinan lain pastinya akan menjadi bahan evaluasi dengan menunjukan pola -pola yang berkelanjutan.  Pihaknya memberikan imbauan itu diharapkan masyarakat bisa mengerti karena untuk keselamatan daerah ini juga atau keselamatan bersama.

   “Mungkin masyarakat bisa memaklumi tanpa harus kepolisian melakukan tindakan tegas dalam melakukan penertiban masyarakat dalam Kota Wamena ini, tentu bukan saja dari kepolisian tapi saya berharap semua para tokoh -tokoh di Jayawijaya yang memiliki pengaruh ikut mengimu kepada masyarakat,”bebernya.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

9 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

10 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

11 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

12 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

13 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

14 hours ago