Categories: PEGUNUNGAN

Bupati Temukan Pengaturan Kuota BBM Tak Tertib

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, Msi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa APMS yang ada di Jayawijaya  untuk mengetahui peredaran Bahan Bakar Minyak yang beredar di Wamena dan sekitarnya. Dari hasil sidak itu ia menemukan adanya pengaturan kuota BBM yang tidak tertib di setiap APMS.

  Dalam sidak ini Bupati Jhon menemukan adanya kebebasan pengisian BBM di beberapa tempat seperti APMS Anwarudin, APMS Lasminingsih dan beberapa tempat lainnya. Namun semua masyarakat memilih untuk melakukan pengisian BBM itu di APMS Lasminingsih yang terletak di depan Lapas Wamena.

  “Semua masyarakat mengisi di APMS Lasminingsih sehingga APMS yang lain seperti Anwarudin mengalami sepi. Namun hal ini baru dirapatkan dengan Disnakerindag dan petugas yang di lapangan untuk memperbaiki kupon pengisian BBM supaya diatur yang mendapat kupon itu langsung ditentukan APMS-nya, sehingga tidak perlu mengantre hanya di satu tempat,”ungkapnya Kamis (24/6) kemarin.

  Sambil menunggu pengaturan kupon kembali, kata Jhon Banua, pihaknya  memerintahkan besok harus ada petugas dari Disnakerindag yang ada di APMS Lasminingsih dan Anwarudin. Supaya kalau di Anwarudin kosong, petugas bisa mengalihkan sebagian kendaraan ke APMS Anwarudin maupun dengan Pelayanan BBM untuk Pengecer juga tidak mengganggu atau pengisiannya lewat nosel.

  “Kita minta yang pengecer ini pengisiannya jangan lewat nosel lagi, tetapi dilakukan terpisah atau pengisiannya dilakukan dengan cara manual  sehingga tak mengganggu pelayanan di Nosel ini mulai besok akan dilakukan,”katanya

  Bupati menegaskan sampai saat ini masih ada jual beli kupon  pengisian BBM, sehingga ia meminta Disnakerindag untuk melakukan penertiban agar jangan sampai terjadi penumpukan di satu APMS saja, sehingga pihaknya akan melihat kupon jual beli, maka akan dilakukan razia kembali yang disesuaikan dengan plat nomor.

  Dalam melakukan penertiban kupon ini , Tegas Bupati , pemerintah telah bekerja sama dengan samsat, Perhubungan dan Disnakerindag agar kendaraan yang pajaknya mati tidak diberikan pelayanan karena kalau pajaknya sudah mati artinya kendaraan itu tidak pernah jalan.

  “Kita akan meminta untuk kuota BBM setiap APMS itu disamakan, kami pantau itu agar kuota untuk kendaraan yang pajaknya mati tidak memberikan pelayanan dan  kupon pengisian langsung dengan APMS yang dituju,”tegasnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dituding Sebagai Dalang Konflik, Gubernur Tabo Bikin Laporan Polisi

Gubernur Papua Pegunungan memastikan telah membuat laporan polisi ke Polres Jayawijaya atas informasi hoaks yang…

51 minutes ago

Hanya Tersisa Dua Guru, SD Kampung Wumuka Terancam Gagal Ujian

Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat…

2 hours ago

Ke Depan, Pengelolaan Dana Otsus Diserahkan ke Masyarakat!

Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah turun gunung ke Kabupaten Mimika untuk menjaring aspirasi…

3 hours ago

Tolikara Bergerak Untuk Iman, Pemkab Tolikara All Out Sukseskan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…

4 hours ago

Gubernur Ajak Warga Kampung Kaniskobat Dukung Program Pembangunan

Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…

5 hours ago

FLS3N dan O2SN Ajang Melatih Anak Bangun Sportifitas dan Kerja Keras

‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…

6 hours ago