Categories: PEGUNUNGAN

Evaluasi Lima Poin Penanganan Pasca Konflik

Kolaborasi Pemkab Jayawijaya dan Pemprov Papua Pegunungan Percepat Pemulihan

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali melakukan evaluasi 5 poin penggulangan pasca konflik Sosial antara dua kelompok masyarakat di Distrik Wouma dan Musaima Distrik Hubikiak bersama pemprov Papua Pegunungan yang sudah ditindak lanjuti satu per satu, namun yang terpenting konflik ini tak berkembang dan hanya terjadi dalam satu hari.

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan hari ini pihaknya mengundang pimpinan dari Pemprov Papua Pegunungan dan 3 kabupaten untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan dalam point itu, dimana yang pertama penghentian perang, dimana sejak dinyatakan konflik berhenti maka tak ada lagi yang bertikai.

“Ini semua berkat kerjasama dari semua komponen, baik TNI/Polri, Pemerintah dan lapisan masyarakat, tokoh adat dan konflik tersebut telah berhenti sebab perang itu hanya terjadi dalam sehari saja serta tidak melebar lagi,”ungkapnya Jumat (22/5) di kantor Bupati Jayawijaya.

Upaya kedua, Menurut Bupati Jayawijaya adalah pencarian para korban yang hanyut, dimana pemerintah telah membentuk satgas pencarian yang yang dipimpin komandan Kodim 1702/Jayawijaya, kapolres, dengan melibatkan Batalyon 756/ Wimane Sili, BPBD dan tim SAR Jayawijaya, itu sudah dilakukan sebelum pertemuan pertama.

“Pencarian korban hanyut sudah selesai sejak kemarin tetapi tim satgas masih melakukan pencarian korban perang sambil menyisir manakala ada korban hanyut yang bisa ditemukan,”jelas Bupati Murib.

Poin ketiga yaitu inventarisir, rehabilitasi dimana pemerintah telah membentuk satuan tugas pasca konflik sosial yang berlaku selama 30 hari kedepan dan sudah berjalan selama 5 hari mulai mencari data berapa korban, penanggulangan pengungsi, ini sudah dilakukan bersama baik dari Kemendagri dalam hal ini Wamendagri, Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Jayawijaya, Lanny Jaya dan Yahukimo.

“Jadi melakui pimpinan daerah masing -masing semuanya sudah turun di wilayah -wilayah perkumpulan massadalam melakukan penanggulangan terhadap pengungsi maupun korban konflik untuk memberikan bantuan ,”kata Atenius Murib,

Selanjutnya ke empat adalah mobilisasi massa, sampai dengan saat ini untuk massa dari Wouma Kirima atau kabupaten Yahukimo sudah dilakukan, sementara untuk massa dari Lanny Jaya ini masih memiliki pemikiran budaya harus melakukan ritual melepaskan panah dulu baru bisa di mobilisasi, sehingga terlihat di dalam kota Wamena massa dari lanny masih membawa alat tajam.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

4 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

9 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

10 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

13 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

15 hours ago

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

16 hours ago