Categories: PEGUNUNGAN

Festival Film Papua ke VII Bakal Dilakukan Di Wamena

WAMENA– Papuan Voice Jayawijaya ditunjuk sebagai tuan rumah dalam perhelatan festival Film Papua ke VII untuk seleuruh Papua, namun khusus di Jayawijaya ajang ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Jayawijaya sebagai Ibukota Provinsi Papua pegununganyang recananya akan dilakukan bulan agustus mendatang.

Ketua Papuan Voice Jayawijaya Bonny Lani menyatakan Komunitas ini telah berdiri sejak tahun 2014 di Provinsi Papua induk, yang mana komunitas ini adalah komunitas Film maker namun film yang dibuat ini dalam bentuk advokasi tentang kehidupan masyarakat (dokumenter), komunitas ini dibagi ke beberapa daerah di seluruh Papua.

“kemarin di Jayapura festival yang ke VI, untuk tahun ini ke VII kami di Jayawijaya di percayakan menjadi tuan rumah  dan ini yang pertama kalinya kita akan buat di Wamena sehingga kami sudah membentuk panitia untuk mempersiapkan iven ini,”ungkapnya saat di temui di Wamena Rabu (22/5).

  Menurutnya, Festival ini akan dibuat dalam bentu perlombaan pembuatan film pendek terkait masalah -masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat berdasarkan thema yang disiapkan oleh panitia, yang dibuka secara umum, disamping itu ada work shop, pelatihan pembuatan film pendek akan dikemas dalam festival ini.

“lomba film pendek ini kami buka secara umum yang penting bercerita tentang Papua, untuk Skopnya seluruh Papua, bahkan teman -taman dari Luar Papua mau ikuti lomba ini juga bisa karena ini luas tapi mereka harus mereka cerita tentang Papua sehingga film yang masuk dalam kategori juara akan di putarkan secara umum,” jelas Bonny Lani.

  Ditempat yang sama Ketua Panitia Festival Film Papua ke VII Sonny Wamu menyakan untuk thema pembuatan Film pendek yang telah dipersiapkan  dengan judul “kembali merajut  budaya Papua yang telah hilang” artinya film yang akan dibuat harus memenuhi unsur dari thema tersebut ini yang menjadi syarat dalam lomba nanti.

“film yang akan di perlombakan diangkat dari masing -masing daerah di Papua  tidak hanya di Papua pegunungan saja tapi juga di daerah lain sesuai dengan budaya di Papua, nah kalau teman – teman di luar Papua ikut maka wajib mengangkat buaya Papua.” tutup Ketua Panitia Festival Film Papua Ke VII Tahun  2024.(jo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Relokasi Pasar Lama, Beri Tempat Layak Bagi Pedagang

Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…

10 hours ago

Bom Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Kali Ariyau

Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…

11 hours ago

Menang Kasasi di MA, 328 Kepala Kampung Minta Pemkab Jayawijaya Kembalikan SK Mereka

Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir.  Ya,…

12 hours ago

Pertahankan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif Polres Jayawijaya Razia Sajam di 4 Pasar

Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…

13 hours ago

Tak Ada Kelangkaan BBM di Mimika

Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di…

14 hours ago

Dampingi Mentrans dan Dubes Tiongkok, Sekda Paparkan Potensi Telaga Sari

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian…

15 hours ago