Categories: PEGUNUNGAN

Satgas Pengawasan BBM Temukan Tangki Mobil Dimodifikasi

WAMENA-Tim Satgas Operasi Lapangan Pengawasan Bahan Bakar Minyak menemukan adanya satu mobil yang diduga milik oknum anggota TNI yang sengaja dimodifikasi tangki BBM mobilnya untuk mengantre pengisian BBM di APMS Lasminingsih Wamena. Mobil tersebut langsung diamankan dan dibawa ke DPRD Jayawijaya guna memperlihatkan temuan itu.

  Ketua Komisi B DPRD Jayawijaya Iwan Iwan Asso SIP menegaskan untuk masalah penyaluran BBM ini ada beberapa OPD yang kerjasama dengan DPRD Jayawijaya dan ada tim yang namanya tim operasi lapangan dan saat mereka bertugas kemarin, mendapatkan satu mobil yang tujuannya isi solar, tetapi tangkinya dimodifikasi. Pemilik mobil diduga  adalah oknum anggota TNI dari Kodim. 

  “Mereka ini bekerja bagus di lapangan tetapi teman-teman anggota hanya masuk ke luar, di mobil itu mereka pasang bendera merah putih, menandakan bahwa ini adalah anggota jadi masuk los, keluar juga los.” tegasnya Kamis (23/9) kemarin

  Ia menyatakan selama ini, Komisi B DPRD Jayawijaya  mencurigai  mereka melakukan  penimbunan BBM itu ternyata benar dan hari ini baru bisa didapatkan buktinya. Oleh karena itu anggota Tim Pengawasan langsung arahkan barang bukti ke kantor DPRD. Sekalian mereka lapor dan mengamankan barang bukti. Sebab, mereka juga merasa tidak terjamin untuk menghadapi teman-teman anggota dengan petugas yang ada di lapangan.

  “Setelah mereka bawa datang dan kita cek, ternyata benar bahwa di mobil itu ada tangki standar dan tangki modifikasi yang punya adalah anggota yang selama ini bertugas di Wamena yang ditemukan  di APMS Lasminingsih.” bebernya.

   Kata Iwan, minggu depan Komisi B DPRD Jayawijaya  akan panggil institusi terkait, termasuk kepolisian untuk mendiskusikan terkait situasi yang terjadi, termasuk penangkapan oknum anggota yang diduga melakukan penimbunan BBM.

  “Kasus penimbunan BBM ini sudah berlangsung lama sejak 2011 sampai dan sampai saat ini kasus seperti ini berulang terus. Sempat pemerintah jalan kemudian putus sehingga masalah antrean di APMS dan penimbunan terus jalan.”katanya

  Untuk menyikapi masalah ini, lanjut Ketua Komisi  B DPRD Jayawijaya, ada, metode baru untuk bagaimana berhentikan mata rantai penimbunan BBM yang selama ini terjadi. Pihaknya juga sampaikan terimakasih kepada tim satgas yang bekerja karena dua minggu ke belakang itu empat APMS tidak terjadi antrean lagi.

  “Tangki mobil yang dimodifikasi 60 liter, ditambah tengki standar sekitar 40 liter. jadinya sekitar 100 liter satu kali isi di satu APMS. kalau dikalikan dengan empat APMS apalagi mereka tidak pakai sistem antre karena lebel yang ditempel di depan dan belakang mobil berupa bendera merah putih sudah 400 liter sehari,”tutupnya.

   Sementara itu,   Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, SIP saat dicoba konfimasi terkait adanya oknum anggota TNI Kodim yang memodifikasi tangki ini, belum bisa terhubung lewat telepon maupun pesan singkat. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Penyelundupan Vanili Senilai Rp1,7 Miliar Digagalkan

TNI AL menggagalkan penyelundupan barang ilegal di Jayapura, Papua, pada Kamis (14/5). Persisnya di Pelabuhan…

27 minutes ago

Dua Kelompok Massa di Wouma Kembali Bentrok

Bentrokan antara kedua kelompok masyarakat tak terhindarkan setelah dua kelompok ini melakukan aksi saling serang…

1 hour ago

Mimika Jadi Pasar Empuk Rokok Ilegal

Yudi menjelaskan, praktik ini sengaja dilakukan untuk menghindari setoran pajak ke kas negara. Dampaknya, pelaku…

2 hours ago

Bupati Mimika: Kelola Sampah Lewat Distrik, Pengusaha Bandel Izin Dicabut

Langkah ini diambil agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran. Menurut Johannes, ketergantungan pada satu…

3 hours ago

Pastikan Sehat, Dinas Peternakan Mulai Pemeriksa Hewan Kurban

Untuk memastikan hewan yang akan disembeli pada hari Raya Kurban 1446 Hijriah dalam keadaan sehat…

4 hours ago

TSE Group Bangkitkan Semangat Generasi Papua

Komitmen TSE Group dalam mendukung kemajuan pendidikan di Papua Selatan terus menghadirkan dampak luar biasa…

5 hours ago