Categories: PEGUNUNGAN

Cinta Segitiga Picu Perang Saudara

WAMENA-Perang saudara antara dua kelompok masyarakat terjadi di Kampung Nogolaid Distrik Kenyam yang dipicu oleh masalah asmara cinta segitiga, sehari setelah peringatan Hari Kemerdekaan RI, Rabu (18/8). Meskipun masalah tersebut sudah diselesaikan, namun ada pihak keluarga yang belum terima dan masih mengungkit masalah ini.

   Akibat perang saudara ini mengakibatkan 3 orang luka -luka terkena anak panah. Yakni, korban  Isen Tabuni (20) luka terkena anak panah pada bagian pantat sebelah kiri, Dogeles Tabuni (30) luka terkena anak panah pada dada bagian sebelah kiri atas dan Ebes Tabuni (19)  luka terkena anak panah pada paha bagian sebelah kiri. 

  Kapolres Nduga Kompol I Komang Budiarta, SIK melalui Kabag Ops Polres Nduga Bernadus ICK, SH ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos  membenarkan adanya perang suku yang dipicu adanya perselingkuhan (Cinta Segitiga) pada 18 Agustus lalu yang  bertempat di Kampung Nogolaid, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

  “Perang Saudara, antara masyarakat dari  Distrik Wosak dengan masyarakat dari Distrik Iniye, dipicu masalah perzinahan antara PY dari Distrik Wosak dengan TW dari Distrik Iniye, yang terjadi pada tanggal 5 Juli lalu,” ungkapnya Senin (23/8) kemarin.

  Menurut Kapolers, permasalahan tersebut sudah di selesaikan secara adat dengan kedua belah pihak di Kampung Nogolaid. Pihak masyarakat dari Distrik Wosak sudah membayar Denda   sebesar Rp 30 juta  kepada keluarga dari Distrik Iniye, namun tidak dibuatkan catatan dari kedua belah pihak karena masih dianggap sebagai keluarga, 

  “Kemudian ada beberapa dari keluarga dari masyarakat Distrik Iniye dengan terus menerus mendatangi pihak keluarga dari Distrik Wosak dengan maksud meminta masalah ini diselesaikan atau mengungkit kembali masalah yang lama,  dimana  datang lagi dengan beberapa sanak keluarga dari Distrik Iniye sambil membawa surat.” jelasnya

  Lanjut Kapolres, pihak keluarga dari masyarakat Distrik Wosak tidak menerima dan marah, sehingga terjadi adu mulut kemudian dari masyarakat Distrik Wosak marah dan tanpa bicara banyak langsung melakukan atau melepaskan anak panah ke arah keluarga dari masyarakat Distrik Iniye sehingga mengenai korban luka akibat terkena anak panah.

  “Kepolisian yang  memperoleh informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi perang antara Masyarakat Distrik Wosak dan Distrik Iniye di Distrik Nogolaid langsung bergerak kesana dipimpin langsung oleh Kapolres Nduga Kompol I Komang Budiartha, SIK menghalau massa serta mengimbau untuk mundur dan membubarkan diri,” bebernya. 

  Namun massa dari kedua belah pihak masih bersikeras serta melepaskan anak panah ke arah anggota sehingga membuang tembakan peringatan ke udara, agar massa dari kedua belah pihak mundur. Namun pada saat anggota kepolisian menghalau dan mengimbau massa dari masyarakat Distrik Iniye untuk mundur tepatnya di gereja bagian dalam sebelah kanan menuju Kota Kenyam di Kampung Nogolaid Atas terdengar bunyi letusan sebanyak 3 (kali) dari arah hutan sebelah kanan.

  “Kami perlunya diantisipasi apabila melakukan pengamanan perang saudara, tidak menutup kemungkinan KKB Ndugama akan menyusup ikut bergabung dalam perang suku tersebut dan melakukan aksi penembakan terhadap anggota yang melakukan pengamanan dan atau melakukan penembakan kepada masyarakat sehingga masyarakat membalik ke anggota yang melakukan pengamanan.”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago