Categories: PEGUNUNGAN

FBLB 2019 Bakal Diwarnai Rajutan Noken Raksasa

Pelaksanaan FBLB Tahun 2018 lalu yang menampilkan tarian perang –perangan. ( FOTO : Denny/ cepos  )

WAMENA- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) tahun 2019 ini bakal diwarnai dengan  hal baru pemecahan rekor Muri, yakni rajutan noken raksasa. Selain itu, rencananya empat kedutaan besar   bersedia hadir dalam agenda wisata budaya tahunan di Wamena ini.

  Menurut Alpius, untuk persiapan  FBLB ini sudah di pihak ketigakan.  Upaya promosi melalui kedutaan besar juga sudah dilakukan. “ Acara pembukaan ada tarian kolosal 500 orang dari dua sekolah, kemudian kami akan buat noken raksasa untuk rekor Muri,”ungkapnya kepada Cenderawasih pos Rabu (22/5) kemarin. 

   Dalam memecahkan rekor Muri, kata Alpius, ada dua noken yang ukurannya sama 30 meter, namun berbeda bentuk. Dimana noken pertama yang digantung di depan dan noken  satunya biasa untuk digantung di belakang, ada juga  pertunjukan   pembayaran maskawin, bayar kepala, noken adat. 

  “Artinya noken yang kita buat ini, nilai nokennya yang mau kita tampilkan, bagaimana orang baliem punya noken. artinya noken di seluruh Papua sama, tetapi kalau kita bilang noken untuk orang baliem, pentingnya noken seperti itu. “jelas Kepela Disbudpar Jayawijaya.   Rajutan Noken ini, lanjut Alpius, bakal  melibatkan kelompok ibu-ibu Wamena,  khususnya Kurulu  atau  kelompok Humisogo untuk merajut 30 meter noken dan  sementara ini sudah selesai. Jadi tidak terlalu sulit, karena panjangnya dahulu yang dianyam atau tali gantungan, kalau itu sudah, mereka anyam dari atas ke bawah tinggal menyesuaikan. 

   “Kami rencanakan tingginya itu sekitar 15 meter, tetapi nanti kami akan sesuaikan karena waktu. yang panjang ini dianyam oleh 10 orang, karena satu orang tiga meter yang harus anyam. jadi 3X10kan sudah 30. 30 ini tidak anyam satu bagian saja, tetapi sebelahnya juga.”bebernya 

    “Sementara untuk yang dari  kurulu itu asli dari kulit kayu, tetapi yang 30 meter ini memang tidak ada waktu, kalau anyam pakai kulit kayu, itu waktunya tidak cukup makanya   pakai benang. tetapi nilainya itu yang kami perhitungkan itu.”sambungnya.

   Meski kegiatan promosi sudah berjalan, namun diakui untuk panitia  belum dibentuk sampai sekarang. “Kita juga koordinasi dengan provinsi sampai kementerian dan ada dukungan yang baik dari kementerian kepada kami. Dan sudah ada laporan empat kedutaan yang hadir tetapi saya belum tahu secara pasti kedutaan mana saja.” ungkapnya .(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

8 minutes ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

1 hour ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

2 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

3 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

4 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

5 hours ago