

BIAK- Markas Komando (Mako) Operasi TNI AU III di Biak diupayakan sudah bisa difungsikan dalam waktu yang tidak terlalu lama ke depan. Panglima Komando Operasi III TNI AU (Koopsau) III Marsda TNI Andyawan Martono P, S.IP mengatakan, ditargetkan selesai secepatnya dan kalau memungkinkan bulan Juli bisa diresmikan.
“Kami targetkan pembangunannya segera selesai sehingga bisa difungsikan, kalau bisa bulan Juli sudah diresmikan. Yang pasti kami upayakan supaya secepatnya selesai,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos.
Pembangunan sejumlah infrastruktur Koopsau III itu melibatkan sekitar 10 perusahaan. Pasalnya, tak hanya kantor Mako Koopsau III yang dibangun, namun sejumlah fasilitas lainnya ikut dilengkapi. Mulai dari lapangan, aula, perumahan dan gedung-gedung lainnya serta sejumlah fasilitas lainnya pula.
Tidak disebutkan angka pastinya, namun disebut-sebut pembangunan sejumlah fasilitas di Koopsau III termasuk Mako Koopsau III setidaknya digelontor kurang lebih sekitar Rp 500 miliar. Bahkan untuk melihat perkembangan pembangunan Mako Koopsau III itu, baru-baru ini KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna datang di Biak melakukan peninjauan langsung di lapangan.
Pembangunan Mako Koopsau III terlihat didesain cukup megah dan besar. Gedungnya dibangun dalam bentuk tiga lantai dengan ukuran besar. Demikian halnya, dilengkapi dengan sejumlah gedung-gedung perkantoran lainnya dan dibangun di atas lahan yang memang cukup luas.
“Keberadaan Koopsau III tentunya merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan wilayah udara NKRI, khususnya lagi di wilayah timur Indonesia. Tentunya selain itu, keberadaannya juga akan membantu kemajuan pembangunan di daerah,” pungkasnya.(itb/tri)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…