

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Guna melakukan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), saat ini Pemkab Jayawijaya sedang melanjutkan rancangan pengadaan air bersih yang ditangani langsung oleh PDAM yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mngakui jika pemerintah telah membentuk Perusahaan Daerah Ari Minum (PDAM) karena pemerintah menginginkan agar seluruh warga yang ada di Kota Wamena bisa mengkonsumsi air bersih, dimana untuk persiapannya sudah dilakukan sejak tahun lalu dan kini tinggal dilanjutkan kembali.
“Dulu kita punya penyaluran air bersih dari distrik Napua, akan tetapi sudah patah semua akibat longsor dan beberapa masalah teknis, oleh karena itu pemerintah daerah tahun ini akan kembali menghidupkan PDAM yang akan menangani penyaluran air bersih ke rumah warga,” ungkapnya Selasa (20/8) di Wamena.
Athenius menekankan agar seluruh perumahan warga yang ada di wilayah Kota Wamena, wajib untuk mendapatkan air bersih, yang mana menjadi salah satu program pemerintah yang memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena memang saat ini masyarakat sangat membutuhkan air bersih dan pemerintah akan menyediakan itu lewat PDAM.
“Untuk air bersih ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga peluang tersebut akan diambil oleh pemerintah dalam untuk meningkatkan PAD, artinya ini untuk masyarakat dan akan kembali kepada masyarakat,”tegasnya.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…