

WAMENA-Kepala BKD Kabupaten Jayawijaya Hironimus Hubi mengungkapkan bahwa pendaftaran CPNS formasi 2018 ini telah ditutup, Jumat (17/5) pekan kemarin. Tercatat ada
3.320 pencaker yang memasukan berkasnya secara keseluruhan, dimana yang paling banyak itu dari lulusan SMA yang mencapai 1.195 pencaker.
“Untuk tenaga Guru, Kesehatan dan Teknis itu tidak sebanyak yang masuk di loket umum khususnya untuk jenjang pendidikan SMA,”ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya Senin (20/5) kemarin.
Menurutnya, kuota penerimaan CPNS tahun 2018 untuk Jayawijaya ini sebanyak 369 formasi, namun yang daftar sudah mencapai 3000 lebih, sedangkan kuota yang paling banyak dibutuhkan ini adalah pendidikan dan kesehatan, karena ini berbicara mengenai pelayanan dasar kepada masyarakat untuk sehat dan berpendidikan yang maju.
“Yang paling banyak dibutuhkan oleh pemda Jayawijaya adalah guru SMP dan SD, dokter , bidan, perawat namun kenyataannya yang mendaftar ini paling banyak di umum, kami juga tidak membuka formasi untuk guru SMA karena sudah diambil alih oleh Provinsi Papua,”jelas Hironimus.
Saat ini pihaknya mulai masuk untuk melakukan seleksi berkas, dan belum bisa dipastikan kapan seleksi berkas ini selesai. Sebab, kalau jumahnya besar sudah pasti membutuhkan waktu yang agak lama untuk menyeleksi dengan teliti. “Kita akan umumkan hasil seleksi berkas dan sudah pasti ada yang lulus dan ada yang tidak lulus sehingga jumlah 3000 lebih ini otomatis akan turun,”katanya.
Ia juga menambahkan jika , yang berhak untuk mengikuti tes CPNS yang dilakukan dengan system CAT ini adalah mereka yang dinyatakan lolos seleksi berkas atau administrasi, sehingga ini yang nanti akan diumumkan.
“Untuk pelaksanaan tesnya akan dilakukan di BKD, sehingga kami akan menyusun regulasinya karena ini system dari BKD Provinsi Papua,”tuturnya.(jo/tri)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…