

Suasana pasar murah dari Koperasi Serba Usaha Esuok Disnakerindag di sela-sela Festival Pelajar Nasional di lapangan Kantor RRI Wamena, Senin, (17/10), kemarin. (FOTO: Denny/ Cepos )
WAMENA–Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya melalui Koperasi Serba Usaha Esuok menggelar pasar murah, dengan menjual 51 item bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari -hari, selama pelaksanaan Festival Pelajar Nusantaran di Halaman RRI Wamena, Senin, (17/10), kemarin.
Ketua Koperasi Serba Usaha Esuok Disnakerindag, Arisman Chaniago menyatakan, pihaknya dapat undangan dari panitia Festival Pelajar Nusantara yakni RRI Wamena tahun ini.
Koperasi Esuok diminta ikut berpartisipasi mengadakan satu kegiatan untuk memeriahkan kegiatan ini, dari Disnakerindag melalui Koperasi Serba Usaha Esuok mengadakan pasar murah.
“Adapun komoditi yang kami tampilkan itu sekitar 51 item, tetapi pada umumnya Sembako,”ungkapnya saat ditemui di Stand Pasar Murah Festival Pelajar Nasional, Senin (17/10), kemarin.
Arisman memastikan, sesuai kesepakatan dengan pihak RRI, pembukaan pasar murah dari Disnakerindag akan melihat perkembangan atau progres penjualan, kalau memang antusias masyarakat cukup tinggi, maka rencana ikut sampai sesuai jadwal yang sudah ditentukan panitia sebelumnya.
Secara, terpisah Ketua Panitia Festival Pelajar Nasional RRI Wamena, Jamonter Sianturi menyatakan, pasar murah ini bertujuan agar masyarakat bisa membeli kebutuhan dengan harga yang murah, ini bertujuan untuk membantu masyarakat, termasuk membantu pelajar.(jo/tho)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…