Categories: PEGUNUNGAN

Penetapan Batas Wilayah Bukan Batasi Kekerabatan Masyarakat

WAMENA-Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan bahwa penetapan titik koordinas batas wilayah  antara Jayawijaya dan Lanny Jaya ini bukan untuk membatasi kekerabatan masyarakat antara satu dengan lainnya. Contohnya, masyarakat dari wilayah Lanny Jaya bisa membuka kebun di wilayah Jayawijaya, begitu juga sebaliknya. Ini hal yang biasa, sebab ada kekerabatan di antara masyarakat.

  “Kita tentukan titik koordinat, bukan untuk membatasi masyarakat, kita lakukan ini untuk menandai wilayah administrasi dari Pemerintah Jayawijaya dan Lanny Jaya, sehingga menjadi jelas kampung dan distrik mana yang menjadi wilayah administrasi dua kabupaten ini.”ungkapnya Sabtu (16/10) kemarin.

  Wabup juga menyatakan wilayah administrasi ini ditandai agar pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak dobel. Ini sering terjadi di wilayah perbatasan dan masyarakat juga yang menjadi dilema masuk ke wilayah administrasi mana. Olreh karena itu, batas dua wilayah ini ditandai agar pembangunan yang dilakukan masing -masing pemerintah sampai dibatas yang sudah disepakati.

  “Kalau tidak ada titik koordinat batas wilayah maka dalam satu wilayah itu pembangunannya bisa dobol. Sebab pemerintah belum tahu batas wilayah yang sebenarnya, sehingga mungkin pembangunan dari Pemda Jayawijaya bisa sampai ke wilayah Pemda Lanny Jaya atau sebaliknya juga begitu,” kata Marthin Yogobi.

  Mantan Kadinsos Jayawijaya menyatakan titik koordinat yang telah ditetapkan ini juga perintah dari kementerian dalam negeri. Sebab, selama ini belum ada titik koordinat, sehingga mereka juga belum bisa menentukan batas wilayah di kedua wilayah ini.  

  “Sama saja ini antara mama dengan anak dimana dari Jayawijaya melahirkan beberapa Kabupaten Pemekaran,  sehingga dengan penetapan titik koordinat ini bukan untuk membatasi masyarakat Jayawijaya dan Lanny Jaya yang memiliki hubungan kekeluargaan,”kata Yogobi.

  Wabub   juga menjelaskan yang namanya daerah perbatasan selalu dirudung masalah. Oleh karena itu, pemerintah ingin memperjelas semuanya. Kalau hal ini tidak dilakukan akan berdampak kepada masyarakat yang juga bingung masuk ke wilayah pemerintahan yang mana dan kalau ada musibah juga pemerintah tahu wilayah yang terdampak.

   “Kalau kita tidak punya batas wilayah dan terjadi musibah, pemerintah setempat juga bingung untuk melakukan penanggulangan. Oleh karena itu penentuan titik koordinat ini menjadi penting untuk dilakukan dua pemerintahan,”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gencarkan Pemetaan JABI, Masyarakat Diminta Tidak Lepasliarkan Ikan Asing

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…

20 hours ago

Tiga Penyakit Mematikan Ancam Warga Papua

Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…

24 hours ago

Ratusan Bangunan dan Kendaraan Terbakar

   Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…

1 day ago

17 Tersangka Diproses, 2 Lainnya Diselesaikan Lewat RJ

Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…

1 day ago

TNI Bantah Terlibat Ledakan di Halaman Gereja

Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…

1 day ago

Bupati Intan Jaya Minta TNI/Polri dan TPNPB Tidak Korbankan Warga Sipil

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…

1 day ago