Categories: PEGUNUNGAN

Tidak Emergency, Rapid Test Warga Dibatasi 100 Orang

Tempat Pelayanan Rapid Test yang ada di Laboratorium RSUD Wamena. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Direktur RSUD Wamena dr. Felly Sahureka, Mkes mengaku pihaknya memang melakukan pembatasan warga yang ingin melakukan rapid test untuk kepentingan penerbangan keluar dari Wamena. Dimana dalam satu hari dibatasi  100 orang, namun pihaknya masih tetap melayani warga yang sifatnya emergency atau darurat, harus keluar dari Wamena.

   “Jadi 100 orang yang dibatasi itu yang tidak emergency, sedangkan kami masih melayani warga yang sifatnya emergency, perlu dicatat jika warga yang membutuhkan pelayanan emergency untuk rapid test, sehari saja bisa mencapai 50 orang,“ ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (16/12) kemarin.

  Dikatakan, belum lagi petugasnya harus melayani pasien yang masuk ke RSUD Wamena yang ada di Polikklinik Rumah sakit yang sebelum masuk di perawatan hasus dilakukan rapid test.  Jadi kalau  dirata -ratakan dalam sehari itu petugasnya bisa melakukan rapid test mencapai 250 orang. 

  “Rumah sakit ini pelayanan 24 jam dan mempunyai pasien ratusan belum lagi pasien polik yang semua harus dilayani periksa lab untuk kepentingan diagnosa, maka dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, kami melayani dari pagi hingga pukul 14.00  WIT baru istirahat, waktu makan petugas kami saja terlewati hanya untuk melayani rapid,” kata dr. Felly Sahureka.

  Untuk masalah yang kedua, lanjut  dr Felly, usai istirahat petugas kembali membuka pelayanan dari pukul 14.00 WIT sampai pukul 17.00 WIT. Awalnya memang jalan seperti itu, namun petugas yang masuk dinas pagi itu bisa pulang kembali   pukul 19.00 WIT untuk menyelesaikan surat jalan yang harus dilengkapi  dengan hasil rapid test.

   “Jadi tolong warga mengerti, sebenarnya rumah sakit itu hanya melayani pasien untuk rapid test, bukan melayani orang yang mau berangkat, tetapi kami sudah mentolerir untuk membantu tim gugus, teman -teman yang ada di puskesmas, kami saling kerjasama karena satu tim untuk saling mengisi keterbatasan,”bebernya.

   Ia berharap ada pengertian dari masyarakat, dimana seharusnya kalau ingin berangkat alurnya itu tidak membeli tiket dulu, tetapi harus rapid tes dulu baru beli tiket. Namun yang terjadi terbalik, sehingga yang datang   periksa rapid ke RSUD Wamena itu berkelahi dengan petugas, dengan alasan sudah mempunyai tiket dan harus berangkat cepat, sehingga hasil rapidnya juga harus dikeluarkan cepat.

  “Tidak bisa seperti itu, kami punya prosedur kerja dan membutuhkan waktu untuk hasil rapid tes itu keluar, sehingga tolong warga mengerti dan mengikuti alur yang sudah dikeluarkan tim gugus percepatan penanganan Covid -19 Jayawijaya, agar jangan hanya bisa memojokan satu pihak,”bebernya.(jo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

21 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago