

Wakil Bupati Deiyai, Hengki Pigai,S.Pt (tengah), Ketua KPA yang baru dilantik, Obet Kotouki (Kanan) dan Plh. Wakil Ketua KPA Papua, Meki Wetipo (kiri) saat diwawancarai media disela-sela acara pelantikan Pengurus KPA Kabupaten Deiyai di Rumah makan Sari Kuning Nabire, Papua Tengah, Jumat (15/9).
NABIRE– Pemkab Deiyai melantik Pengurus Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Deiyai di Rumah makan Sari Kuning Nabire, Papua Tengah, Jumat (15/9).
Wakil Bupati Deiyai, Hengki Pigai,S.Pt menjelaskan, Pelantikan pengurus KPA di Deiyai dengan tujuan utama adalah membantu Pemerintah Kabupaten Deiyai menekan penyebaran virus HIV/AIDS di Deiyai.
” Pelantikan ini menjadi alarm agar semua stakeholder di Deiyai berkolaborasi bantu Pemprov dan pemkab tekan peningkatan penyebaran virus HIV di Papua Tengah dan lebih khususnya di Deiyai, yang menurut data Dinas Kesehatan mencapai 114 Kasus,” Jelas Hengki.
Lanjutnya, setelah pelantikan, KPA Deiyai bersama instansi teknis seperti Dinas Kesehatan, RSUD, dan semua pihak segera berkolaborasi mensosialisasikan maraknya penyebaran virus HIV agar masyarakat terutama para anak muda Deiyai dapat memahami dan melakukan pencegahan akan bahaya HIV/AIDS.
Menurut Pigai, Di Papua kasus HIV/AIDS menunjukan kecenderungan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan akumulasi penderita terinfeksi sampai Maret 2023 sebanyak 51.408 orang yang terkena HIV-AIDS.
” Dari jumlah 51.408 tersebut tercatat Kabupaten Deiyai menduduki urutan 21 dengan jumlah kasus 114 setelah kabupaten Supiori dengan 192 Kasus dan Kabupaten Nabire menduduki urutan pertama dengan jumlah kasus 9.412, ” Kata Pigai.
Pigai berharap, Semua pihak harus fokus melakukan sosialisasi dan pencegahan dini agar dapat membantu capaian target nasional yang ditargetkan tahun 2024 presentasi penyebaran virus HIV turun jadi 0,18% per 1000 penduduk Indonesia.
” Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasj yang saya maksud tadi,” ucapnya.
Ditempat yang sama,Ketua KPA yang baru dilantik, Obet Kotouki menambahkan, Program prioritas utama kedepan adalah melakukan pelatihan dan pembinaan kepada pekerja kemanusiaan yang bernaung dibawah Payung KPA agar dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, para anggota merasa memikul beban moral sehingga tidak pikir-pikir melakukan sosialisasi bahaya HIV dan segala pekerjaan lainnya.
” Program utama kami adalah Pelatihan dan pembinaan kader KPA. Dan Program selanjutnya kami akan sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Misalnya, Melakukan sosialisasi, melakukan pembinaan kepada pasien HIV, merawat mental Pasien dan lain sebagainya,” tuturnya.
Lanjutnya, Semboyang yang akan kami pakai adalah selamatkan tubuhnya, selamatkan pula jiwanya. (tft)
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …