

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkab JAyawijaya pada 17 Desember lalu. Gerakan pangan murah ini akan kembali dilakukan oleh Pemkab Jayawijaya dalam menekan inflasi di Kabupaten Jayawijaya.
WAMENA – Tingginya inflasi di Jayawijaya yang terjadi sejak bulan desember sampai dengan awal tahun 2025 membuat pemkab Jayawijaya bergerak cepat untuk kembali mengaktifkan gerakan pangan murah kembali seperti yang dilakukan tahun lalu karena sehingga berhasil menurunkan inflasi di wilayah itu.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan kondisi inflasi Kabupaten Jayawijaya sejak desember kemarin memang mengalami kenaikan yang cukup besar hal ini dipengaruhi oleh perayaan Nataru, dan ada beberapa masalah di wilayah kabupaten pemekaran sehingga banyak yang mengungsi ke kota.
“Inflasi kita naik karena perayaan Nataru kemarin, dan ada beberapa konflik yang terjadi di Kabupaten Pemekaran sehingga membuat adanya pengungsi yang masuk ke Jayawijaya dan menyebabkan permintaan akan pangan itu meningkat,” ungkapnya Selasa (14/1) di Wamena.
Kata Thony, saat ini pihaknya sedang berusaha untuk kembali menekan laju inflasi di Jayawijaya yang kian meningkat, karena saat ini kita sudah ada di angka 5 lebih, dan ini tertinggi di Indonesia meskipun di tahun lalu pemkab Jayawijaya pernah menurunkan Inflasi hingga 2.80 ini semua berdasarkan data dari BPS yang dikeluarkan tiap bulan.
“Kemarin kita sudah mulai rapat kembali dengan beberapa pengusaha yang menangani barang -barang bersubsidi dari pemerintah melalui Tol laut dan jembatan udara yang masuk ke wilayah Jayawijaya untuk tahun ini kita akan jalankan kembali gerakan pangan murah,”kata Thony Mayor
PJ Bupati Jayawijaya berharap dalam beberapa hari kedepan gerakan pangan murah ini kembali di gelorakan seperti tahun lalu yang menyentuh sampai ke distrik -distrik dan tidak hanya dilakukan di Kota Wamena saja agar bisa menurunkan angka Inflasi di Kabupaten Jayawijaya.
“Meskipun kita kembali melakukan gerakan pangan murah, kita akan tetap minta kepada seluruh masyarakat untuk tetap berkebun untuk ketersediaan pangan lokal di wilayah ini, karena dengan begitu bisa membantu menekan inflasi,”bebernya
Pemkab Jayawijaya juga mengimbau agar kemanan di Jayawijaya juga harus ikut terpelihara dengan baik, sebab kalau ada masalah atau konflik yang terjadi mobilisasi barang ke pasar atau kegiatan ekonomi juga bisa berjalan dengan baik karena ini membantu daerah untuk menurunkan angka inflasi di Kabupaten Jayawijaya.
“Jadi situasi keamanan juga mempengaruhi inflasi di daerah, kalau keamanan baik maka semua perputaran ekonomi bisa berjalan dengan baik dan inflasi di daerah juga akan turun secara otomatis,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali…
Marthen mengatakan, aset Penjara Boven Digoel telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Namun hingga…
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar…
Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda…