Categories: PEGUNUNGAN

5 Anggota Dewan, 3 Staf Reaktif Covid-19

Anggota DPRD Jayawijaya saat melakukan Rapid Tes di Gedung Sekretariat Dewan, Senin (12/5) lalu.( FOTO: Denny/ Cepos )

Hasil Swab Loader penerbangan Cargo dan Petugas Bandara Masih Ditunggu

WAMENA-Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tonny Mayor mengungkapkan bahwa sejak Selasa (12/5) lalu, pihaknya melakukan pemeriksaan rapid test   terhadap 60 orang anggota DPRD Jayawijaya dan staf Sekretariat. 

  “Dari hasil rapid test yang dilakukan Tim Medis Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 ini, ditemukan 8 orang yang reaktif  Covid-19, diaman 5 orang diantaranya adalah anggota DPRD dan 3 orang adalah staf.”ungkap Tonny Mayor kepada Cenderawasih Pos, Kamis (14/5).

   Menurut Sekwan, 8 orang ini belum dilakukan karantina lantaran menunggu konfirmasi dari tim gugus penanggulangan Covid -19 Jayawijaya soal tempat yang akan digunakan untuk melakukan karantina diri. Namun, rencananya sore kemarin mulai dijemput untuk masuk ke tempat karantina yang disiapkan pemerintah.

  “Kami baru dapat konfirmasi tempat dari tim gugus sehingga akan dilakukan karantina segera, sementara ini mereka masih stand by untuk menunggu penjemputan di rumah masih -masing,” beber Tonny Mayor.

  Sementara itu terkait sampel swab dari loader dan petugas Bandara Wamena yang dikirim ke Jayapura, menurut Ketua tim Gugus Penanggulangan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua  masih menunggu hasil pemeriskaan. 

  “Kalau sudah ada hasil kita akan sampaikan lagi, sementara untuk 60 orang yang ada di DPRD itu hasilnya sudah diserahkan kepada sekretariat dewan yang akan mengumumkannya,”jelasnya kemarin.

   Menurut Bupati Jhon, dengan rapid test yang terus dilakukan ini bisa membantu tim gugus penanggulangan Covid -19 untuk mendapatkan warga yang masuk dalam orang tanpa gejala (OTG) yang ada di Jayawijaya. Sebab, selama ini dianggap tidak ada, namun saat dilakukan screning dengan rapid test mendapati pasien -pasien ini.

  “Akurasi rapid test memang belum 100 persen, namun ini digunakan untuk scaning awal, kalau  mendapatkan hasil positif barulah akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab, sehingga yang menentukan itu adalah hasil swabnya,”beber Bupati Jayawijaya.

   Bupati menambahkan, alat rapid test ini juga bisa digunakan untuk  memeriksa masyarakat di daerah -daerah berdampak atau  rawan terjadi penularan. Seperti yang ditemukan dalamr apid test di Bandara Wamena. “Kita karantinakan mereka untuk mengambil Swab untuk dikirim lagi ke Jayapura sehingga selama pemeriksaan swab mereka tetap dikarantina hingga menunggu hasilnya dikirimkan kembali ke Jayapura,”tuturnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Hari Kedua Pencarian, 4 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka Belum Ditemukan

Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…

12 hours ago

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…

13 hours ago

Kasus Penipuan Loker di Mimika, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…

14 hours ago

BNN Mimika: Tembakau Sintetis Marak di Kalangan Pelajar

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…

15 hours ago

Kemenkes Gandeng Pemprov Papeg, Buka Layanan Jantung Hingga Kanker

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…

16 hours ago

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Kelurahan Kelapa Lima

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…

17 hours ago