Categories: PEGUNUNGAN

Warga Keluhkan Jalan Nasional Rusak Parah

Kondisi salah satu ruas jalan yangmengalami kerusakan cukup berat di Distrik Akaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen.( FOTO : Sinambela/cepos)

SERUI – Jalan penghubung Ibukota Kepulauan Yapen  di Serui Distrik Yapen Selatan dengan Distrik Angkaisera dan Distrik Yawakukat hingga Distrik Pantura di Saubeba mengalami kerusakan berat.

   Kabarnya lagi sepanjang jalan mulai Kampung Rambai, Kampung Borai, dan tanjakan jalan Saubeba-Konti jalannya berlobang. Akibatnya, masyarakat khususnya pengguna kendaraan roda empat dan roda dua  resah dan mengeluhkan akses jalan nasional di Kabupaten Kepulauan Yapen yang beberapa tahun sudah mengalami rusak berat, namun tak ada perhatian dari instansi yang bersangkutan. 

  Kondisi jalan nasional ini cukup menyulitkan laju pengendara yang melintas diwilayah tersebut. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus melaju dengan lambat untuk menghindari berbagai jalan berlobang demi keselamatan berkendaraan.

  Warga dan para pengemudi pun bersungut-sungut melihat kondisi jalan nasional Serui-Menawi-Saubeba yang kurang peduli memperbaiki jalan yang rusak. Padahal, jalan adalah urat nadi perekonomian yang selalu dikumandangkan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo . Sehingga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan mulai Pusat dan Daerah  infrastruktur jalan dari Kampung ke Kota untuk kelancaran transportasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tetapi, jalan Nasional di Kabupaten Kepulauan Yapen justru membuat resah warga dan pengguna jalan dengan kerusakan jalan di berbagai titik. Berbagai permukaan jalan sudah rusak parah, jalan yang seharusnya menjadi lintasan para pengemudi justru terbalik menjadi kubangan digenangi air dan sangat membahayakan pengemudi dan warga di sekitar.

 “Takutnya kalau malam, lewat sini harus pelan pelan lah, karna jalan itu rusak demi keselamatan pengemudi. Kalau siang, pengemudi bisa hati-hati, apalagi kalau hujan, licin dan berlumpur,” kata Kristian Kaiba, pengguna jalan  kepada Cenderawasih Pos, Selasa (14/5).

  Kristian yang akrab disapa Kiki tinggal di wilayah Menawi, Distrik Angkaisera mengatakan bahwa setiap hari ia bepergian ke Kota Serui untuk bekerja. Karena jalan penghubung yang ia lalui itu sudah lama rusak, ia pun meminta Balai XVIII supaya memperbaikinya.

“Kalau bisa BPPJN  langsung turun ke lapangan untuk melihat keluhan warga ini. Jangan dibiarkan berlama-lama sampai terjadi kecelakaan,” imbuhnya. (rin)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Seorang Sopir Maxim Dibekuk Terciduk Jual Puluhan Amunisi

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…

21 hours ago

Kasus Pembakaran Anak di Sentani Harus Tuntas

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…

22 hours ago

Tujuh Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…

22 hours ago

Lapangan Terbang Rawan Mulai Didata

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…

23 hours ago

Masyarakat Berhak Tahu Kemana Dana Cadangan Papua Mengalir

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…

23 hours ago

Cafe dan Resto di Holtekamp Jadi Sumber Pajak Menjanjikan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…

24 hours ago