

83 Kali Gempa Guncang Mamberamo Raya
JAYAPURA-Sejak Sabtu (10/9) lalu hingga Senin (12/9) wilayah Kabupaten Kabupaten Mamberamo Raya, Papua telah diguncang 108 kali gempa bumi, 5 diantaranya yang paling dirasakan masyarakat.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi pertama memiliki magnitude M5,9 yang kemudian di-update menjadi M6,1. Episenter gempa bumi pertama terletak pada koordinat 2,21° LS – 138,25° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km arah Timur Laut Mamberamo Tengah, Kab. Mamberamo Raya, Papua pada kedalaman 19 km,”ungkap Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah V mengungkapkan, Yustus Rumakiek, S.Si, melalui siaran pers yang diterima wartawan Cenderawasih Pos, Senin (12/9)kemarin.
Dikatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi pertama, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Anjak Mamberamo. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust-fault).
Selang antara gempa pertama hingga pukul 10:27:15 WIT terjadi rangkaian gempa bumi lanjutan yang 5 di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Pantauan terakhir tanggal 12 September 2022 pukul 14:00 WIT, total telah terjadi 108 gempa bumi teramati dengan 9 di antaranya dirasakan masyarakat.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindar dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,”jelasnya.(dil/wen)
Tim kebanggaan masyarakat Papua itu sedang menyiapkan skuad yang “mewah”. Sejumlah pesepak bola asal Papua…
Juru Bicara TNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pembuat film dokumenter tersebut. Menurutnya,…
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…