“Ketika saya bertanya kepada para kepala kampung apakah mau dengarkan penjelasan saya, namun semua marah, sehingga saya bertanya kalau tidak mau dengarkan penjelasan saya kenapa masuk ke sini, disitulah moment itu dimanfaatkan untuk untuk melakukan penyerangan,”jelas Ronny
Wabub juga melihat aksi demo tersebut memang sudah diatur untuk niat jahat terhadap bupati dan wakil Bupati, penyerangan yang dilakukan bukan dengan tangan kosong tapi dengan alat tajam, bahkan ia dikejar hingga masuk dalam kantor Bupati namun dirinya telah dievakuasi lewat pintu darurat.
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengklarifikasi jika pasca aksi demo yang berujung ricuh, ada anggota yang memegang senjata api (Senpi), itu merupakan ajudan dari Bupati Jayawijaya yang mencoba untuk melinduninya dari serangan yang datang, semua ajudan disitu juga mengeluarkan senpi (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Proses seleksi tak lagi mewajibkan hadir di dalam kelas untuk ujian tulis bersampul kertas.…
Persipura Jayapura resmi merekrut penyerang baru, Lazarus Sinim. Pemain muda yang bersinar pada Liga 4…
Kepala Bidang Pajak Bapenda Provinsi Papua Ardi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kontribusi penerimaan opsen…
Berdasar data yang diterima oleh awak media dari Leonardo, M-346 F Block 20 merupakan varian…
Puncak peringatan HAN dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H.…
Polri menegaskan bahwa personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) tidak memiliki kewenangan untuk…