“Ketika saya bertanya kepada para kepala kampung apakah mau dengarkan penjelasan saya, namun semua marah, sehingga saya bertanya kalau tidak mau dengarkan penjelasan saya kenapa masuk ke sini, disitulah moment itu dimanfaatkan untuk untuk melakukan penyerangan,”jelas Ronny
Wabub juga melihat aksi demo tersebut memang sudah diatur untuk niat jahat terhadap bupati dan wakil Bupati, penyerangan yang dilakukan bukan dengan tangan kosong tapi dengan alat tajam, bahkan ia dikejar hingga masuk dalam kantor Bupati namun dirinya telah dievakuasi lewat pintu darurat.
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengklarifikasi jika pasca aksi demo yang berujung ricuh, ada anggota yang memegang senjata api (Senpi), itu merupakan ajudan dari Bupati Jayawijaya yang mencoba untuk melinduninya dari serangan yang datang, semua ajudan disitu juga mengeluarkan senpi (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…
“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…
Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…
Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia. Lebih dari 17…