“Ketika saya bertanya kepada para kepala kampung apakah mau dengarkan penjelasan saya, namun semua marah, sehingga saya bertanya kalau tidak mau dengarkan penjelasan saya kenapa masuk ke sini, disitulah moment itu dimanfaatkan untuk untuk melakukan penyerangan,”jelas Ronny
Wabub juga melihat aksi demo tersebut memang sudah diatur untuk niat jahat terhadap bupati dan wakil Bupati, penyerangan yang dilakukan bukan dengan tangan kosong tapi dengan alat tajam, bahkan ia dikejar hingga masuk dalam kantor Bupati namun dirinya telah dievakuasi lewat pintu darurat.
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengklarifikasi jika pasca aksi demo yang berujung ricuh, ada anggota yang memegang senjata api (Senpi), itu merupakan ajudan dari Bupati Jayawijaya yang mencoba untuk melinduninya dari serangan yang datang, semua ajudan disitu juga mengeluarkan senpi (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…