

WAMENA-Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog Wamena Sudarsono memastikan tak ada pembatasan pembelian beras, melainkan pihaknya melakukan pemetaan stok beras yang ada, supaya jangan sampai ada penimbunan yang dilakukan pada pengecer di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Contoh untuk beras pengecer yang diserahkan kepada Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra binaan kami itu dibagikan masing -masing itu satu ton, namun jumlah RPK ini mencapai 200 lebih sehingga kalau sekali keluar itu bisa mencapai 200 ton lebih,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Senin (11/5) kemarin
Menurutnya, untuk alasan kedua ia juga harus menjaga agar ketarsediaan beras untuk wilayah Lapago ini tetap ada dan tidak kekurangan. Artinya dilakukan pemetaan jangan sampai kekurangan stok, sebab saat seperti ini permintaan dari Kabupaten -kabupaten diwilayah Lapago juga banyak. Namun, pihaknya memastikan tidak mengalami kekurangan stok sampai hari ini.
“Kita lihat ini banyak permintaan sehingga kita perlu perhitungkan kebutuhan akan beras di wilayah Lapago ini,”jelas Sudarsono. (jo/tri)
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Langkah ini diambil seminggu pasca-insiden penembakan yang menimpa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan P Mandenas, S.Sos, M.Si menyatakan respon cepat yang diambil…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…