

WAMENA-Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog Wamena Sudarsono memastikan tak ada pembatasan pembelian beras, melainkan pihaknya melakukan pemetaan stok beras yang ada, supaya jangan sampai ada penimbunan yang dilakukan pada pengecer di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Contoh untuk beras pengecer yang diserahkan kepada Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra binaan kami itu dibagikan masing -masing itu satu ton, namun jumlah RPK ini mencapai 200 lebih sehingga kalau sekali keluar itu bisa mencapai 200 ton lebih,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Senin (11/5) kemarin
Menurutnya, untuk alasan kedua ia juga harus menjaga agar ketarsediaan beras untuk wilayah Lapago ini tetap ada dan tidak kekurangan. Artinya dilakukan pemetaan jangan sampai kekurangan stok, sebab saat seperti ini permintaan dari Kabupaten -kabupaten diwilayah Lapago juga banyak. Namun, pihaknya memastikan tidak mengalami kekurangan stok sampai hari ini.
“Kita lihat ini banyak permintaan sehingga kita perlu perhitungkan kebutuhan akan beras di wilayah Lapago ini,”jelas Sudarsono. (jo/tri)
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, memimpin langsung sidak penertiban…
Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, menyatakan bahwa ketertutupan informasi ini menabrak aturan. Merujuk pada…