

WAMENA-Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog Wamena Sudarsono memastikan tak ada pembatasan pembelian beras, melainkan pihaknya melakukan pemetaan stok beras yang ada, supaya jangan sampai ada penimbunan yang dilakukan pada pengecer di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Contoh untuk beras pengecer yang diserahkan kepada Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra binaan kami itu dibagikan masing -masing itu satu ton, namun jumlah RPK ini mencapai 200 lebih sehingga kalau sekali keluar itu bisa mencapai 200 ton lebih,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Senin (11/5) kemarin
Menurutnya, untuk alasan kedua ia juga harus menjaga agar ketarsediaan beras untuk wilayah Lapago ini tetap ada dan tidak kekurangan. Artinya dilakukan pemetaan jangan sampai kekurangan stok, sebab saat seperti ini permintaan dari Kabupaten -kabupaten diwilayah Lapago juga banyak. Namun, pihaknya memastikan tidak mengalami kekurangan stok sampai hari ini.
“Kita lihat ini banyak permintaan sehingga kita perlu perhitungkan kebutuhan akan beras di wilayah Lapago ini,”jelas Sudarsono. (jo/tri)
Pemain senior Persipura Jayapura, Yustinus Pae, mulai memberikan sinyal untuk mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak…
Aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi oleh aparat TNI di sejumlah daerah…
Status bebas PMK ini menjadi modal penting bagi stabilitas pangan dan keamanan ibadah kurban di…
Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat…
"Kami berpesan kepada seluruh jemaah, khususnya jemaah Papua, agar mampu mengatur ritme aktivitas selama di…
Kepala Distrik Sentani, Jeck Puraro menyerahkan Dana Desa atau Dana Kampung Tahap I Tahun Anggaran…