

WAMENA-Kasus percobaan pemerkosaan terhadap seorang ibu rumah tangga yang tengah hamil 5 bulan terjadi di jalan Diponegoro, tepatnya di belakang eks kantor Bupati Jayawijaya, Senin (10/2) sekira pukul 20.30 WIT. Beruntung teriakan minta tolong korban Meri H (28) berhasil menyelamatkan korban dari aksi bejat pelaku berinisial PG (25).
Dari informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos, awalnya pelaku PG menghampiri korban di Jalan Diponigoro belakang kantor Bupati. Saat dekat dengan korban, pelaku langsung mendorong korban hingga korban terjatuh. Selanjutnya pelaku mencoba untuk membuka celana korban dan memegang bagian dada korban.
Korban yang kaget, langsung berusaha melawan dan berteriak meminta tolong. Beruntung warga sekitar yang yang mendengar teriakan korban langsung berdatangan dan menolong korban. Warga yang geram dengan ulah pelaku, langsung main hakim sendiri dengan menghajar pelaku hingga babak belur.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasus percobaan pemerkosaan di belakang kantor Bupati Jayawijaya tersebut. “Pelaku juga sempat dihakimi warga yang pada saat itu menolong korban,”ungkapnya selasa (11/10) kemarin.
Menurut Rumaropen, ia telah memerintahkan Sat Reskrm untuk tetap memproses hukum pelaku, karena korban saat ini tengah hamil 5 bulan. Aksi pelaku yang mendorong korban hingga terjatuh ini bisa menggangu janin yang dikandungnya.
“Saya ingin agar pelaku ini tetap diproses hukum tak ada penyelesaian secara kekeluargaan atau denda adat agar pelaku ini mendapat efek jera dari apa yang ia lakukan,”jelas Kapolres.
Ia juga menyebutkan, dalam melakukan aksinya diduga pelaku dalam keadaan dipengaruhi miras sehingga tak dapat menahan nafsu bejatnya dan ingin melampiaskan kepada korban. Dari aksi percobaan pemerkosaan ini, keluarga korban meminta agar pelaku juga tetap diproses hukum.
“Keinginan keluarga korban sama dengan apa yang saya inginkan yakni proses hukum, oleh karena itu kami akan tetap makan melanjutkan proses hukum terhadap PG,”tegas Rumaropen
Rumaropen juga menyatakan hingga kemarin pelaku PG belum diperiksa oleh penyidik lantaran yang bersangkutan masih dalam keadaan sakit, akibat dihakimi keluarga korban hingga babak belur, sehingga untuk pemeriksaan belum bisa dilakukan.
“Kami akan menunggu yang bersangkutan sehat dulu, barulah kita akan melakukan pemeriksaan kepadanya untuk mengetahui motif apa yang memicu pelaku melakukan percobaan pemerkosaan terhadap korban,”tutupnya.(jo/tri)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…