Categories: PEGUNUNGAN

Hentikan Aksi Saling Serang

Dandim : Ini Bukan Perang Suku, Hanya Bentrokan Antara Warga

WAMENA- TNI dan Polri menyatakan jika langkah yang pertama diambil dalam menghentikan bentrokan dua kelompok masyarakat ini adalah menghentikan aksi saling serang dan akar permasalahannya akan dibicarakan guna diselesaikan.

Kapolres jayawijaya AKBP. Muh Safei AB. SE menyatakan, pihaknya bersama TNI mengambil langkah pertama untuk menghentikan konflik atau saling serang dulu, dan sudah disepakati dari pihak korban akan melakukan pembicaraan  dengan masyarakatnya dulu, setelah itu  barulah disampaikan.

“Kita berupaya korban dibawa ke Kampung Ilekma dulu untuk dilakukan persemayaman dan perabuan (pembakaran jenazah), setelah itu mengambil langkah untuk penyelesaian konflik baik itu, baik secara hukum adat dan hukum positif,”ungkapnya, Senin (10/1) kemarin.

Dari penerapan hukum adat dan positif, kata Kapolres, nantinya akan kelihatan siapa yang berbuat tindak kekerasan lebih dulu,  sebab di sana nanti sumber masalah pertama yang akan digali  sehingga tindak pidanya akan dimunculkan dan secara adat juga akan dibantu untuk dimediasi.

“Mungkin untuk warga yang lain tidak usah panik, kita sedang upayakan untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik. Tiga bupati yang datang sudah menjamin untuk membantu warga yang mengalami musibah atau dampak dari bentrokan itu, kami juga melakukan patroli yang didukung Kodim 1702 / Jayawijaya dan Batalyon 756/ Wimane Sili,”katanya.

Di tempat yang sama Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf. Aif Budi Situmeang SIP menyatakan terima kasih karena dalam penyelesaian ini melibatkan semua tokoh masyarakat, tokoh agama dan gereja, komunikasi yang dilakukan berhasil untuk mendatangkan Bupati Nduga dan Sekdanya, Bupati Jayawijaya dan Lanny Jaya sehingga bisa menurunkan tensi emosi dari dua kelompok massa.

“Sebenarnya ini bukan perang suku, hanya bentrok antara warga saja, baik di Kampung Ilekma itu ada masyarakat Lanny Jaya dan Nduga serta Dani. Begitupun di Wouma juga sama  sehingga ini hanya bentrok dua kelompok warga di sana bukan perang suku,”bebernya.

Dandim juga memastikan, sampai saat ini pihaknya masih membantu kepolisian dalam melakukan pengamanan, dari kedua kelompok meminta aparat untuk tetap berada di sana guna menjamin tidak ada pergerakan dari kedua belah pihak untuk saling serang.

“Kami pasti akan memberikan jaminan keamanan kepada dua kelompok untuk tidak ada pergerakan apapun, karena ini merupakan tugas kita untuk mengamankan,”tutup Situmeang. (jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

3 hours ago

Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…

4 hours ago

Ayah dan Anak yang Dilaporkan Tersesat di Hutan Ditemukan Selamat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…

5 hours ago

DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…

6 hours ago

Pemprov Papua Selatan Kebut Pekerjaan Pembangunan Jalan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…

7 hours ago

PSN Cetak Sawah Tidak Berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Wasur

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy  untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…

8 hours ago