

Mobil patroli ketika berada di tengah kerumunan massa, saat kericuhan terjadi di TPS 001 Nawaripi, Sabtu (7/12) lalu. (FOTO:Moh. Wahyu Welerubun/Cenderawasih Pos)
MIMIKA – Proses pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di tempat pemungutan suara (TPS) 001 Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dihentikan sementara akibat terjadi kericuhan antar warga saat pencoblosan, Sabtu (7/12) kemarin.
Kericuhan terjadi sekira pukul 09.00 WIT, di mana situasi di lokasi semakin tegang ketika warga saling serang dengan melempar batu hingga beberapa di antaranya terluka.
Ketua PPS Kampung Nawaripi, Yosep Mayabubun menyebut, kericuhan terjadi akibat adanya warga yang hendak mencoblos, namun warga tersebut tidak terdaftar dalam DPT untuk TPS 001. “Warga tersebut ngotot hingga mengamuk, mengakibatkan terjadinya kericuhan,” kata Yosep.
Pantauan media ini, aparat keamanan yang telah berada di lokasi pun berupaya meredam massa hingga beberapa kali melepaskan tembakan peringatan. Alhasil suasana yang tadinya tegang kembali tenang.
Pihak penyelenggara kemudian berdiskusi dengan para saksi dari masing-masing Paslon untuk mencari solusi terbaik. Sayangnya, diskusi itu pun belum menghasilkan kesepakatan.
Untuk mencegah terjadinya keributan yang berkepanjangan, penyelenggara dan aparat keamanan memutuskan untuk memindahkan kotak suara ke Sanggar Seni Merah Putih yang berada di RT 10, Kampung Nawaripi.
Untuk diketahui, di Kabupaten Mimika terdapat empat TPS yang melakukan PSU. Selain TPS 001 Nawaripi, ada juga TPS 008 Dingo Darama, TPS 018 Kebun Sirih, dan TPS 001 Kadun Jaya.
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…
Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…
Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…
DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…
Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, Balai…