“Kita ketahui bersama bahwa senjata tajam dan minuman keras selalu menjadi akar permasalah di Jayawijaya, untuk itu peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan demi terwujudnya keamanan di Kota Wamena.” kata Ipda M. Suryanto
Menurutnya pembawaan alat tajam saat melakukan aktifitas dalam kota wwamena seakan tidak pernah habis, setiap kali aparat melakukan Razia pasti ditemukan adanya warga yang beraktifitas dalam kota yang membawa sajam.
“entah kenapa saat ini warga lebih suka melakukan aktifitas dalam kota dengan membawa alat tajam, ini yang terus disikapi oleh kepolisian dengan gencar melakukan razia terhadap pembawaan senjata tajam dalam Kota Wamena,”jelas Kasi Humas Polres Jayawijaya
Kasi Humas Polres Jayawijaya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tak membawa alat tajam saat melakukan aktifitas dalam kota Wamena, penggunaan sajam itu seperti parang, kampak itu biasanya dikebun bukan dalam kota.
“siapapun yang membawa alat tajam ke dalam kota Wamena saat melakukan aktifitas sehari -hari maka akan ditindak, atau sajam yang dibawa bakal diamankan, tentunya pembawaan sajam dalam kota ini bisa saja menimbulkan kriminalitas,” tutupnya. (jo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…