Categories: PEGUNUNGAN

FBLB 2020 Terancam Batal

Pelaksanaan FBLB yang kemungkinan akan ditiadakan ditahun 2020 oleh pemda Jayawijaya lantaran mencegah masuknya virus Corona. ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kemungkinan besar akan menghentikan pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) tahun 2020. Pemerintah membatasi warga Negara Asing (WNA) masuk ke Jayawijaya sementara waktu, akibat penyebaran virus corona yang kini juga telah masuk ke Indonesia.

  Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengaku untuk pelarangan wisatawan asing yang masuk ke Jayawijaya belum bisa dipastikan, karena ia sendiri belum mendengar intruksi langsung. Namun sesuai dengan rapat evaluasi untuk masalah warga asing maka kemungkinan besar FBLB tahun 2020 akan dibatalkan.

  “Kemungkinan besar saya akan batalkan FBLB. Karena kalau kita lakukan FBLB maka sama dengan membawa virus ke daerah kita, karena kita tahu bahwa virus ini akan muncul di tempat dingin.” ungkapnya Senin (9/3) kemarin.

  Yang ditakutkan, kata Jhon Banua, apabila FBLB dilakukan, ini akan datang turis dari luar, orang Asia akan banyak dan mungkin dalam tahapan scanner suhu tidak terdeteksi, tetapi begitu di tempat dingin, akan muncul virus ini. Ini yang harus pemerintah waspadai

   “Jadi sebagai kepala daerah di Jayawijaya, kemungkinan besar kami akan batalkan FBLB. saya akan rapat terakhir, mungkin satu dua hari lagi untuk memutuskan bahwa FBLB kita tiadakan untuk tahun ini,”katanya

   Menurut Bupati, pemerintah mengambil langkah seperti ini karena berpikir lebih baik mengorbankan satu iven, dari pada mengorbankan masyarakat banyak yang mungkin saja bisa terserang virus Corona. Karena   tiap pelaksanaan FBLB turis yang dari luar, itu lebih senang di honai. 

  “Dalam situasi itu kalau dia datang dan kita kurang perketat di dalam scanner maka turis itu lolos, kita tahu bahwa virus ini bukan saja 14 hari, sampai 20 sekian hari baru bisa ketahuan.”Jhon Banua

   Ia menjelaskan kalau dalam perjalanan dia dari luar sampai ke Wamena, bisa 14 hari dia sudah sampai. Nah sesudah itu pemeriksaan semua aman, tetapi ternyata masuk ke tempat dingin virus ini keluar. ini yang pemerintah berpikir untuk tidak lakukan FBLB.

   “Kalau FBLB dilakukan ini akan menimbulkan penularan virus maka lebih baik untuk pelaksanaannya ditiadakan sementara waktu, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat Jayawijaya,”jelas Bupati

   “Kami tak mau ambil resiko dengan membuat FBLB, namun membawa virus masuk ke daerah kita, sebab penanganan kita disini masih minim,”tambah Bupati. (jo/tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pemkot ​Dorong Pelestarian Budaya dan UMKM Lintas Daerah

   Dalam rangkaian forum APEKSI tersebut, Wali Kota Jayapura secara aktif mengikuti forum Rembuk Kebudayaan…

2 hours ago

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Kantor Bupati Boven Digoel Ditahan

Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…

1 day ago

Pemkab Merauke Godok Status Darurat Karhutla

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…

1 day ago

Kebakaran Hutan di Gunung Tembagapura Padam,  Potensi Api Susulan Perlu Diwaspadai

​Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…

1 day ago

TNI Hormati Putusan MK Soal Pidana Umum di Pengadilan Umum

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…

1 day ago

Siapkan Dana Cadangan Sejak Awal Tahun, Anggaran BLUD Terus Berputar

RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai  sejauh ini masih dalam kondisi…

1 day ago