Categories: PEGUNUNGAN

Angkot di Wamena Sulit Terapkan Physical Distancing

Mobil angkutan lajuran yang mengangkut barang dari Yalimo saat diamankan beberapa waktu lalu di RSUD Wamena.( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Imbauan menjaga jarak atau  Physical Ditancing   masih sulit diterapkan di Jayawijaya. Pasalnya masih banyak angkutan umum yang beroperasi dalam Kota Wamena yang membawa penumpang tanpa memperhartikan protocol kesehatan  dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid -19.

   Kepala Dinas Perhubungan Jayawijaya Pardomuan Harahap saat dihubungi Cenderawasih Pos via selulernya mengaku sebenarnya pihaknya telah turun ke jalan memberikan sosialisasi agar sopir angkot yang beroperasi dalam Kota Wamena ini tak mengangkut penumpang hingga penuh.   

  “Kami akui memang dalam melakukan physical distancing ini masih sulit dilakukan, meskipun kami sudah memberikan sosialisasi, namun juga masih ada sopir angkot yang tidak memperhatikan masalah ini,”ungkapnya Jumat (8/5) kemarin.

  Ia bersama jajarannya akan  mengambil satu langkah untuk menertibkan sopir angkot dalam pemberlakukan physical distancing bagi penumpang dalam angkot.

  “Saya sudah berencana untuk mengumpulkan kepala bidang, minimal Bidang yang menangani masalah angkutan umum ini mungkin bisa kembali memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat, karena satu kesulitan dari budaya masyarakat di Jayawijaya seperti tak mau berpisah.”ungkapnya. 

   Ia mencontohkan ada dua orang mau naik ojek, namun mereka tidak mau menaiki kendaraan ojek itu secara terpisah padahal ojek di Kota Wamena sangat banyak, mereka pasti dengan satu ojek berboncengan dua orang, ini yang sulit untuk untuk ditertibkan.

  “Begitu juga terjadi di angkutan umum, pasti masyarakat tak mau untuk menjaga jarak itu, tapi kami pasti akan melakukan sosialisasi ke sopir -sopir angkot agar masyakat kita bisa paham apa artinya menjaga jarak ini,” beber Pardomuan.

  Kadis Perhubungan Jayawijaya juga memastikan, melakukan jaga jarak ini bukan berarti pemerintah ingin mengurangi pendapatna mereka, tetapi ini menjaga kesehatan masyarakat agar tidak terpapar dengan covid -19 ini. Pemahaman ini yang perlu disampaikan kepada para sopir angkot.

  Sementara itu untuk sopir lajuran antar kabupaten, saat ini tidak mengangkut penumpang dari kabupaten pemekaran ke Jayawijaya begitupun sebaliknya. Hasil  rapat pemda juga sudah dibatasi, sehingga untuk lajuran hanya membawa bahan pokok, bahan bangunan, BBM dengan surat jalan yang dikeluarkan pemerintah.

  “Sekarang sudah tidak ada lajuran yang mengangkut penumpang, sehingga dalam mengangkut barang ke kabupaten pemekaran kendaraan ini hanya membawa kondekturnya saja sehingga tidak menjadi masalah,”tutupnya. (jo/tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

11 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

12 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

13 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

14 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

16 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

17 hours ago