Categories: PEGUNUNGAN

Temukan Tangki Modifikasi dan Tertibkan Lampu Rotator

WAMENA -Dinas Perhubungan Jayawijaya, menyita dua tengki bahan bakar minyak (BBM) pada satu kendaraan yang sengaja dimodifikasi pemiliknya. Diman tangki ini panjangnya mencapai 2 meter lebih  untuk menampung BBM di APMS. Dishub juga menertibkan penggunaan lampu rotator-rotator yang sering digunakan di jalan tidak sesuai fungsinya.

   Kepala Dinas Perhubungan melalui Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Jayawijaya, Jefri Simon Souisa menegaskan meski sopir mengaku tujuan modifikasi bukan untuk menampung BBM, namun tetap disita.

  “Mereka sampaikan bahwa mereka tidak menampung BBM, mereka membeli BBM industri. Tetapi di dalam aturan undang-undang Nomor 22 tentang lalu lintas itu tidak diperbolehkan memodifikasi tanki,”ungkapnya Selasa (7/9) kemarin.

  Sopir mengatakan modifikasi tangki sepanjang 2 meter dan lebar 50 cm itu untuk mendukung mobilitas mereka antar kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua. Artinya kalau mereka tampung di jerigen bisa terjadi pencurian sehingga kalau dimasukkan dalam tanki itu aman, tetapi tetap saja menyalahi aturan

   Dishub mencatat ini merupakan satu tangki modifikasi terbesar yang pernah disita. Sebab, tanki ini mampu menampung 100 hingga 150 liter lebih setiap kali pengisian. Hal ini jelas merugikan masyarakat, sehingga tidak akan putus-putus razia karena pihaknya ingin daerah ini baik dalam pemerataan BBM,

  “BBM merupakan satu kebutuhan masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua yang sulit didapat dengan harga murah, sehingga pemerintah terus melakukan pengawasan agar tidak terjadi mafia penimbunan BBM. Pemerintah Jayawijaya mengeluarkan kupon kepada pemilik kendaraan roda dua dan roda empat untuk membatasi jumlah pengisian BBM setiap hari di sejumlah APMS.”beber Soisa

  Sementara itu untuk penggunaan lampu rotator juga dilakukan penertiban, penggunaan rotator ini seperti di kota besar hanya bisa digunakan kendaraan dari Pertamina, sedangkan arti rotator dalam wilayah bandara ini hanya digunakan pada saat sore dan malam hari, untuk menandai agar tidak terjadi kecelakaan dalam bandara.

  “Yang kita lihat sekarang ini di jalan raya juga ada kendaraan yang menggunakan lampu rotator, kalau dalam area bandara silahkan, namun kalau siang tidak terlalu kelihatan, ini yang mungkin kita harus melakukan koordinasi dengan Instansi terkait khususnya UPBU agar bisa duduk bersama dan mengatur masalah ini,”jelasnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

7 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

22 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

1 day ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

1 day ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago