Categories: PEGUNUNGAN

Warga Minta Pjs Kepala Kampung Ninabua Diganti

Warga Kampung Ninabua Distrik Asolokobal Saat mendatangi Kantor Otonom untuk meminta Pjs kepala kampungnya diganti kepada Pemerintah, Selasa (6/10). ( FOTO: Denny/Cepos )

WAMENA-Puluhan Warga Kampung Ninabua Distrik Aslokobal Kabupaten Jayawijaya mendatangi kantor gedung otonom Kantor Bupati Jayawijaya untuk meminta agar Pjs kepala kampungnya diganti, Selasa (6/10). Pasalnya, mereka menilai Pjs. Kepala kampung  menggelapkan anggaran  dari dana respek, covid-19 dan juga Blt untuk masyarakat kampung. 

  Koordinator Aksi Yali Wuka mewakili masyarakat kampung Ninabua Distrik Asolokobal mengungkapkan bahwa sejak ditunjuk menjadi Plt kepala kampung sejak tahun 2019 lalu sudah banyak anggaran yang diperuntukan untuk warga kampung diambil sendiri.

  “Total anggaran yang telah kami hitung sejak 2019 hingga sekarang sudah mencapai Rp. 536.580.000 yang merupakan hak masyarakat, namun diambil oleh kepala kampung, sehingga kami meminta agar pemerintah melihat masalah ini,”ungkapnya saat ditemui di gedung Wenehule Huby Wamena, Selasa (6/10) kemarin.

   Menurutnya, warga tidak mau masalah ini terus dibiarkan, karena yang dirugikan  adalah masyarakat sendiri, sehingga pemerintah harus mengganti kepala kampung ini dan mengangkat yang baru dan memintanya untuk mengembalikan apa yang telah diambil dari masyarakat.

  “Kami ingin hak dari masyarakat kampung Ninabua ini dikembalikan kepada masyarakat, oleh karena itu kami datang untuk menyampaikan hal ini kepada Bupati Jayawijaya untuk melihat masalah ini,”jelas Yali Wuka.

   Mewakili pemerintah daerah Kabid Perencanaan dan Aset Kampung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Lepinus Gombo menyatakan pihaknya baru menerima penyampaian aspirasi dari kampung Ninabua Distrik Asolokobal. Dimana ada sekelompok masyarakat  bersama tokoh intelektual, kepala Distrik, Sekretaris Distrik bersamaan datang dan menyampaikan aspirasi setelah penyaluran dana BLT tahap III.

  “Seharusnya masing-masing kepala keluarga di kampung itu mereka harus menerima Rp 2 juta dari bantuan itu, tetapi mereka merasa tidak puas karena mereka hanya menerima Rp 1, 5 juta, Rp1,2 juta. Padahal ini   penyaluran dua kali,  sehingga mereka memang harus mendapat Rp 2 juta.” bebernya.

   Kata Lepinus Gombo, masyarakat   penempatan Pjs Kepala kampung ini tidak sesuai harapan mereka,  dengan  melakukan pemotongan dana BLT. Hal ini membuat masyarakat marah. “Kami hanya menerima aspirasi ini, namun kami harus sampaikan kepada Bupati yang punya kewenangan mengambil keputusan itu,”katanya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago