Categories: PEGUNUNGAN

Pemprov Bentuk Koperasi Papua Pegunungan

Untuk Tekan Inflasi Daerah dan Wujudkan Ketahanan Pangan

WAMENA- Pemrov Papua Pegunungan resmi membentuk koperasi Papua Pegunungan dengan melantik Pengurus dan pengawasnya oleh Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Asisten II Setda Provinsi Papua Pegunungan Elay Giban, SE, MM mengaku tingginya harga di wilayah ini membuat Pemprov coba untuk mengembangkan produk lokal yang ada di Papua Pegunungan perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan air tawar di wilayah ini yang mencakup 8 kabupaten.

“Terbentuknya pengawasan koperasi ini untuk menampung, mengarahkan masyarakat lokal untuk bisa mengembangkan usahanya melakukan pengolahan lahan -lahan yang tidur baik dari sisi pertanian dan perkebunan dan semua potensi yang ada,” ungkapnya Kamis (5/6) di Wamena.

Menurutnya koperasi ini selain menanpung bahan pangan lokal dari para petani, juga akan di ekspor keluar daerah , sebab Gubernur sudah melakukan MoU dengan Pemprov Papua dan kabupaten Biak Numfor dalam bidang pertukaran pangan, artinya sayur -sayuran dari Papua Pegunungan akan di kirim kesana dan dari sana akan mendatangkan ikan.

“Dengan begini rencana seperti ini tentunya kita bisa menekan harga di Papua Pegunungan, selain itu kita juga akan menjejaki kerjasama yang pernah di lakukan Pj Gubernur Velix Wanggai untuk memasok sayur -sayuran ke PT Freeport Indonesia, kami juga akan coba menjejaki ke Provinsi Papua Selatan,” jelasnya.

Untuk menjajaki ke Papua Selatan, Pemrov Papua Pegunungan akan mencoba memanfaatkan galian C yang ada di Kabupaten Nduga dan Yahukimo itu yang akan ditukarkan dengan produk yang dihasilkan dari Papua selatan, artinya potensi yang ada di dalam daerah itu yang dilakukan pertukaran dengan provinsi lainnya yang ada di seluruh tanah Papua.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Alpius Yigibalom, S.IP, M.Si koperasi yang saat ini dibentuk oleh Pemprov Papua Pegunungan memiliki kewajiban utama menampung berbagai komuditi pertanian yang dihasilkan oleh masyarakat, sementara untuk marketnya itu menjadi tugas dari Dinas Perdagangan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Karantina Papua Tolak 14 Ton Daging Ayam dari Surabaya

Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…

21 hours ago

Di Gudang Arang, 2 Kelompok Warga Kembali Saling Serang

Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…

22 hours ago

Buka Peluang Investor Asing Garap Perikanan Papua

Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…

22 hours ago

Penyelundupan 925,38 Gram Ganja dari Distrik Tangma Digagalkan

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…

23 hours ago

Setahun Kepemimpinan Gubernur, Komnas HAM Sampaikan Catatan HAM

Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…

23 hours ago

Bupati Biak Pimpin Rombongan “Belajar” Pariwisata ke Raja Ampat

Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…

24 hours ago