”Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Kita yang berada di Papua Pegunungan harus menjadi garam dan terang, membawa damai mulai dari keluarga hingga ke seluruh pelosok tanah ini,”bebernya
Melalui peringatan ini, GKI di Tanah Papua, khususnya di wilayah Klasis Baliem Yalimo diharapkan mampu menjawab tantangan isu sosial, ekonomi, dan pendidikan dengan semangat kemandirian. Di usia ke-171 ini, Klasis Baliem Yalimo berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan hingga ke pelosok-pelosok kampung.
“Kita harus memastikan bahwa api Injil yang dibawa Ottow dan Geissler tetap menyala di hati setiap orang Papua untuk terus melayani hingga ke pelosok -pelosok,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Plt Kepala Bidang Perdagangan Yosep Tatogo, S.Sos menyatakan terkait dengan layanan pengaduan konsumen untuk pengaduan…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan…
Kondisi fasilitas publik itu saat ini sangat memprihatinkan. Bangunannya tampak kosong, kotor, dan tidak terawat…
Tim Kolaborasi Pesta Babi menegaskan, Mama Yasinta merupakan sosok yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat…
PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di…
Dengan lantang, para pemuda ini meneriakkan slogan “Tolak PSN, Papua Bukan Tanah Kosong”. Seruan tersebut…