

WAMENA-Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Wamena Subahari memperkirakan awal tahun 2020 ini Jayawijaya akan mulai masuk dalam musim penghujan. Bahkan intensitas hujan ini akan merambat ke sebagian wilayah pengunungan tengah Papua sehingga diprediksikan puncaknya akan terjadi pada Februari mendatang.
“Kalau mulai Januari ini pola hujan mulai berubah dari malam hingga dini hari dengan intensitas semakin meningkat dan curah hujannya pun intens dalam artian sering terjadi hujan.”ungkapnya Senin (6/1) kemarin.
Subahari membandingkan jika di Agustus-September lalu terjadi kemarau, tetapi tidak signifikan di Jayawijaya, dimana tanah terjadi keretakan dan begitu kena guyuran hujan dengan intensitas yang tinggi dan jumlah curah hujan yang tinggi pula,
“Biasanya resapan airnya masuk ke dalam celah tanah dengan cepat, sehingga dikhawatirkan terjadi tanah longsor pada kemiringan 45 derajat sehingga perlu diantisipasi.” Jelasnya.
Menurutnya, Curah hujan yang normal itu 50-100 milimeter yang dikatakan hujan normal, di atas 150 mm itu masuk dalam ketegori menengah dan di atas 150 mm hujan lebat. Dimana hal ini jika hujannya terjadi di bagian hulu yang meningkat dan masuk ke hilir atau dataran rendah bisa menimbulkan banjir di bagian hilirnya.
“Meskipun di wilayah lembah ini tidak hujan, tetapi jika di bagian hulunya hujan deras sehingga bisa menimbulkan banjir.” jelas Sibahari.
Ia memperingatkan warga Jayawijaya selalu antisipasi di bagian hulu karena untuk di lembah sini curah hujannya masih bisa takar, terbaca, tetapi kalau di hulu tidak ada otomatis pengukuran curah hujan. Di Wamena jika hujan dalam intensitas 50 mm selama tiga jam pasti air akan tergenang karena saluran drainase yang kurang bagus khusus di perkotaan.
“Di Wamena intensitas hujan seminggu ke depan sudah mulai meningkat apalagi tanggal 15 Januari nanti sudah mulai masuk bulan purnama dimana lima hari sebelum itu biasanya terjadi hujan lebat.” Bebernya.
Selain itu , Kata Subahari, Ada juga peningkatan masa udara yang pertumbuhan mulai meningkat. Di wilayah pegunungan ini bisa saja curah hujannya tidak merata, karena penakar curah hujannya baru ada di kota, sehingga jika terjadi hujan di daerah hulu itu yang tidak bisa ditakar. (jo/tri)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…