

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP memberikan sambutan dalam peresmian Gedung Kapela Katolik Yesus Ninoe Milagatnem, Paroki Elagaima Sabtu (2/5) (foto:dok kominfo Jayawijaya.)
WAMENA- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meminta kepada generasi muda yang ada di kampung dan distrik untuk tidak terlau banyak menghabiskan waktunya untuk beraktifitas dalam Kota Wamena. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP saat meresmikan Gedung Kapela Katolik Yesus Ninoe Milagatnem, Paroki Elagaima Sabtu (2/5) lalu.
Dalam sambutannya, Wabup menyoroti fenomena banyaknya umat, terutama kaum muda, yang memilih untuk beraktivitas di kota.
“Yang menjadi kekhawatiran kami apabila banyak pemuda yang ada di kampung dan distrik akan membuat gereja-gereja di daerah asal kehilangan fungsinya sebagai pusat persekutuan umat,”ungkapnya di Wamena.
Ia juga mengimbau kepada bapak, ibu, para pemuda, dan seluruh jemaat sudah bersusah payah membangun gedung gereja ini dengan tetesan keringat dan pengorbanan agar jangan biarkan gereja ini kosong. Sedangkan untuk para kepala kampung diminta agar dana kampung dapat dipakai untuk keperluan umum, salah satunya kebutuhan Gereja.
“Saya tugaskan kepala kampung di sini tujuannya untuk melihat gereja ini. Sesuai kesepakatan umat,jika ada kekurangan dalam gereja bisa dilengkapi melalui dana kampung untuk membangun, kita pikir kepentingan bersama untuk gereja jangan hanya pikirkan kepentingan pribadi,” tegas Ronny.
Wabup juga ingin agar jangan hanya masalah sepele dijadikan hambatan dalam pembangunan Gereja, karena hal tersebut hanya sebagai penghambat jalannya pembangunan. Jika ada umat yang ingin membantu tolong dihargai, jangan hanya suka memprotes, nanti jadinya gereja akan lama prses pembangunanya.
“Kami juga sangat menyayangkan masih banyak pemuda-pemuda yang mabuk-mabukan dan palang jalan tadi kami dihalang oleh orang mabuk saat perjalanan ke sini,”ujarnya
Ia juga merasa prihatin masih banyak pemuda-pemuda yang mabuk dan menghalangi jalan, tidak ada untungnya mabuk-mabukan, apalagi sekarang sudah ada lagi pemakai ganja, oleh karena itu , ditegaskan stop tanam-tanam ganja, perilaku ini hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.
Page: 1 2
Setelah hampir empat bulan terhenti akibat pemalangan sekolah, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kampung…
Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, menegaskan bahwa masyarakat adat…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…
Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…
“Setiap kegiatan atau program, khususnya pembinaan dan penyaluran bantuan, baik berupa dana maupun alat…
PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyebut jarak aman pemasangan…