

Aliansi Pelajar dan Mahasiswa Papua Pegunungan saat melakukan aksi demo di halaman kantor Gubernur Papua Pegununungan yang diterima oleh Pj. Sekda Wasuok D Siep. Jumat (2/5) kemarin. (foto:Denny/cepos)
WAMENA – Momentum Hari Pendidikan Nasional, ratusan siswa sekolah yang mengatasnamakan Aliansi Pelajar dan Mahasiswa Papua Pegunungan melakukan aksi demo damai ke kantor Gubernur Papua Pegunungan untuk menolak adanya program nasional Pemberian Makanan Bergizi (PMB) di wilayah tersebut.
Dalam aksi tersebut Aliansi Pelajar dan Mahasiswa Provinsi Papua Pegunungan menyatakan tak membutuhkan Pemberian makanan bergizi yang menjadi program prioritas pemerintah pusat, namun lebih membutuhan fasilitas sekolah yang lengkap, penambahan guru-guru disetiap sekolah dan pendidikan gratis.
“Sesuai dengan amanat Undang-undang Republik indonesia pasal 28 C berbunyi setiap anak mendapatkan pendidikan Yang layak, tapi kenyataannya kami perlajar dan mahasiswa Papua pegunungan tidak pernah mendapatkan pendidikan yang layak fasilitas sekolah dan guru tidak lengkap dan Biaya sekolah mahal.” ungkap koorlap umum Jekson Elopere jumat (2/5)
Menurutnya, hari ini Aliansi Pelajar dan Mahasiswa Papua Pegunungan dengan tegas menyatakan sikap menolak tegas program Pemberian Makanan Bergizi, dan menolak tegas penempatan TNI/ Polri di setiap sekolah atau setiap jenjang pendidikan dari TK/ PAUD sampai dengan perguruan tinggi.
“Kami juga menuntut pendidikan gratis di seluruh tanah Papua dari TK /PAUD sampai dengan Perguruan tinggi, penambahan fasilitas sekolah yang lengkap dan penambahan guru-guru disetiap sekolah,”beber Elopere
Page: 1 2
Gelandang Persipura Jayapura, Bima Ragil, dipastikan bertahan dan kembali membela tim untuk musim kompetisi Liga…
Seluruh pihak harus bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas dan warisan…
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menegaskan tindakan menghilangkan nyawa seseorang secara sengaja merupakan…
Mewakili Rektor Uncen, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uncen, Dr. Septinus Saa, S.Sos, M.Si.,…
Evakuasi dua korban tewas—pasangan suami istri bernama Yentinus Kogoya dan Pam Wendakme—diwarnai kontak tembak antara…
Inovasi tersebut diluncurkan 21 Juli 2026, bertepatan dengan penyerahan 192 siswa baru. Aplikasi presensi…