Categories: PEGUNUNGAN

Tim Covid Lakukan Tracing

WAMENA-Ketua tim gugus Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua menyatakan tim yang dipersiapkan untuk memberikan perawatan kepada pasien terpapar Covid -19 akan menggali seberapa jauh 12 warga ini melakukan kontak langsung khususnya di Jayawijaya. Namun karena wilayah tempat tinggal mereka kompleks maka sebagian besar warga diminta karantina.

Warga yang tinggal di dekat bengkel mobil, motor dan Warung makan yang diminta untuk melakukan karantina mandiri. ( FOTO: Denny/ Cepos)

  “Wilayah yang mereka tempati untuk membuka usaha itu di belakangnya adalah kompleks perumahan mereka, sehingga kami telah meminta kepada mereka untuk karantina mandiri di rumah masing -masing selama 10 sampai dengan 14 hari,”ungkapnya selasa (3/11)

   Menurutnya, ada puluhan warga yang tinggal disitu sehingga usai menjalani karantina mereka akan kembali menjalani pemeriksaan. Mungkin sekarang non reaktif, namun   usai karantina mandiri akan kembali dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah mereka tetap non reaktif atau hasilnya seperti apa akan dilihat nanti.

  “Tempat usahanya kita tutup sementara waktu dan melarang mereka untuk melakukan aktifitas baik itu di bengkel mobil, motor dan warung makan, mereka semua harus menjalani karantina dulu, lalu selesai itu barulah diperiksa,” jelasnya.

  Ia menyatakan dari pihak kepolisian sudah mem-police line daerah tersebut, ini menandakan untuk sementara warga yang lain dilarang untuk masuk ke wilayah itu sebelum karantina usai. Hal ini dimaksudkan untuk memutuskan mata rantai dari penyebaran covid -19 karena pada tempat ini jumlah pasien yang positif  banyak dibandingkan tempat yang lain.

  “Ini salah satu tempat yang ditemukan jumlah pasiennya cukup banyak dari beberapa tempat yang pernah ditemukan oleh tim gugus, sehingga kita coba untuk tak ada lagi warga yang terpapar Covid -19,”kata Jhon Banua.

   Sementara untuk kontak langsung di luar dari komplek yang terletak di Jalan Hom -hom Distrik Hubikiak ini, lanjut Bupati, tim kesehatan akan melakukan wawancara dengan pasien untuk mengetahui berapa banyak kontak di luar dari wilayah rumahnya untuk dilakukan pemncarian lagi.

  “Kita tidak tahu mungkin diluar dari kompleks rumahnya ada kontak langsung atau tidak pasien dengan orang lain sehingga kita perlu mewawancarai pasien untuk mengetahui masalah tersebut, namun pasien juga harus jujur memberikan informasi kontak langsungnya,” beber Bupati.

   Mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua periode juga menginginkan agar warga yang merasa pernah melakukan kontak langsung dengan 12 pasien yang kemarin ditemukan ini mungkin bisa langsung datang ke RSUD Wamena atau puskesmas terdekat guna melakukan pemeriksaan kesehatannya disana, ini untuk memastikan kondisinya.

  “Kita minta kepada warga yang pernah melakukan kontak langsng dengan 12 pasien baru  untuk segera memeriksakan dirinya secara sukarela agar tidak menyebarkan virus ini kepada orang lain,”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

21 hours ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

22 hours ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

22 hours ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

23 hours ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

23 hours ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

24 hours ago