Categories: PEGUNUNGAN

Kehilangan Jejak Pelaku Begal Belum Didapatkan

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen , S.Sos, M.M saat memimpin razia kendaraan dan sajam, Senin (2/11) malam. ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA- Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen mengaku belum mendapatkan pelaku begal yang   melakukan aksinya  dengan modus membacok kaki korbannya. Dimana upaya pengejaran terputus lantaran aparat kehilangan jejak para pelaku, namun disinyalir para pelaku ini melarikan diri ke Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya.

   Menurut Kapolres, kejadiannya sudah 4 hari lalu di dua tempat berbeda dan dua korbanya sama -sama mendapat luka sobek di kaki terkena sabetan benda tajam, dan saat itu pihaknya melakukan pengejaran kepada para pelaku, namun mereka dapat meloloskan diri, namun diprediksikan pelaku itu lari ke kawasan distrik Ibele.

  “Kita belum bisa pastikan itu, namun mungkin karena keadaan tersedak sehingga para pelaku ini melarikan diri kedalam kawasan Distrik Ibele,” ungkapnya Selasa (3/11).

   Anggota yang melakukan pengejaran terhadap para pelaku, kata Kapolres, kehilangan jejak para pelaku di kawasan Batalyon 756/ Wimane Sili, para pelaku terus lari melewati jalan itu  dan karena disitu banyak kampung dan jalan -jalan tikus sehingga mereka bisa lolos dari kejaran anggota, namun saat ini pihaknya lebih banyak melakukan razia.

   “Memang kita kehilangan jejak namun kita tetap perbanyak razia untuk mencari kendaraan hasil curian dikawasan itu, ini juga menjadi peringatan bagi kita menjelang akhir tahun berdampak pada gangguan situasi Kamtibmas,”kata Rumaropen.

   Ia menyatakan terus meningkatkan mobilitas kegiatan kepolisian, namun ia juga mengharapkan agar dengan kondisi seperti ini masyarakat juga harus memahami untuk beraktifitas di malam hari tentu harus juga safety atau tak bisa sendiri, minimal bisa berjalan dengan keluarga yang lain.

  Para pelaku, lanjut Rumaropen , telah mempersiapkan alat tajam, sehingga apabila ada target yang jalan sendiri mereka akan buntuti dan pada jalan yang sepi mereka akan melakukan aksinya untuk merebut kendaraan dari pemiliknya dengan cara membacok kaki korban dan otomatis korban kaget dan akan terjatuh.

  “Kalau korban sudah terjatuh otomatis sudah tidak memperdulikan kendaraannya, sehingga mudah bagi mereka untuk membawa lari kendaraan korban,”ujarnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Guru TK Didorong Jadi Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun

Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan…

23 minutes ago

KWI Soroti Luka Sosial Papua

Dalam seruan tersebut, KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin…

1 hour ago

Aktivitas Pelayanan Dipindahkan Ke Kantor Kelurahan Hinekombhe

Setelah dipalang aktivitas pelayanan Kantor Distrik Sentani untuk sementara dipindahkan ke Kantor Kelurahan Hinekombhe. Hal…

2 hours ago

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

1 day ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

1 day ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

1 day ago