Modus Baru, Pelaku Begal Bacok Kaki

AKBP. Dominggus Rumaropen S.Sos, M.M ( FOTO: Denny/ Cepos)

Polisi Minta Warga Waspada Jika Harus Keluar Malam Hari

WAMENA – Masalah kriminalitas di Kabupaten Jayawijaya memasuki akhir tahun 2020 mulai marak, khususnya Jambret, Begal, dan Curanmor. Dimana berbagai modus digunakan para pelaku untuk mendapatkan barang incaranya seperti membacok kaki pengendara motor lalu membawa kabur kendaraanya saat ia terjatuh.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen mengakui bahwa ada modus baru dari para pelaku begal yang selama ini melakukan aksinya, yakni dengan membacok kaki korbannya, Hal ini seperti terjadi  beberapa hari lalu, dimana ada warga yang mengendarai kendaraannya seorang diri, ia dibacok dari kaki dengan senjata tajam dan saat kaget dan terjatuh di situlah para pelaku membawa kabur kendaraannya.

  “Kami Personel Polres Jayawijaya ingatkan warga terkait motif baru pelaku begal yang pada tiga hari lalu sempat dikejar polisi, usai mendapat informasi, sekarang mereka melakukan kekerasan dengan membacok kaki targetnya,”ungkapnya Senin (2/11) kemarin

   Ia menyatakan, kondisi ini juga harus masyarakat pahami, sehingga pada jam-jam malam hari, ketika bepergian dengan kendaraan roda dua, tentu tidak bisa sendiri-sendiri. Minimal bisa jalan bersamaan dengan keluarga yang lain, baik itu berboncengan maupun ada yang mengantar dengan kendaraan lain dari belakang sehingga lebih aman.

  “Kalau memang warga harus keluar di malam hari, mungkin tidak bisa di jalan sendiri, mungkin saling berboncengan, atau  ada yang mengantar dengan kendaraan dari belakang, agar pelaku juga tak punya kesempatan untuk melakukan tindak kekerasan,” bebernya.

   Kapolres mengakui jelang akhir tahun, angka kejahatan seperti pencurian, begal berpotensi muncul dan polisi tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas pelaku kejahatan. Tentunya mobilitas kepolisian juga dinaikkan volumenya, kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan pada bulan-bulan ber di akhir tahun ini.

 “Pelaku begal biasanya beraksi di daerah sepi, sehingga warga yang bepergian ke daerah sepi juga perlu waspada. Kalau dia lakukan (begal) pas di tempat keramaian, kemungkinan juga bisa dihalangi oleh warga yang lain,” katanya.

  Ia menambahkan, tiga hari lalu kepolisian menerima informasi terkait aksi begal dan kepolisian mengejar yang bersangkutan ke arah Ibele, jalur trans antar Kabupaten Jayawijaya-Kabupaten Lanny Jaya. Ketika anggota mendapatkan laporan,  langsung sekat beberapa jalan.

  “Kita prediksi pelaku lari ke kawasan Ibele, karena anggota yang kejar mengalami buntu, sehingga saat ini kita lebih banyak fokus lakukan razia di kawasan itu,” tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Recent Posts

Tinggi Minat Orang Tua, Penerimaan Murid Baru Terkendala Fasilitas Gedung

  Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…

3 hours ago

Mendagri Canangkan Program Bedah Rumah Serentak di Kampung Mosso

   Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…

9 hours ago

23 Rumah Warga Akan Direhabilitasi

   Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…

10 hours ago

Pemprov dan Pemkot  Diminta Tindak Lanjuti Gerakan Indonesia Asri 

  Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…

11 hours ago

Mendagri: 29 Persen Masyarakat di Papua Tak Miliki Rumah

Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…

17 hours ago

Sempat Menanyakan Saya Salah Apa

Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…

18 hours ago