Categories: PEGUNUNGAN

Masih Terlalu Dini, Mahasiswa Tolak Pemekaran

JAYAPURA – Adanya isu soal usulan pemekaran Kabupaten Mapia Raya atau pecahan dari Kabupaten induk Dogiyai mendapat penolakan dari mahasiswa Simapitowa, FK-PMLHK  dan para mahasiswa Mee di STFT Fajar Timur. Mereka menyatakan penolakan langsung di DPR Papua dalam bentuk aksi demo. Kordinator Lapangan, Mapians Motte ketika  menyebut bahwa Dogiyai dalam segala aspek pembangunan baik ekonomi, pendidikan, kesehatan infrastruktur dan  lainnya masih jauh dari siap. 

Perwakilan mahasiswa menyerahkan pernyataan sikap yang diterima anggota DRP Papua, Laurenz Kadepa disela-sela aksi demo, Rabu (1/7) kemarin di Kantor DPR Papua.

 Jumlah penduduk juga tak seberapa ditambah dengan kesiapan lainnya yang biasa dijadikan tolok ukur pembangunan serta kemajuan suatu daerah.  Apalagi dikatakan wilayah Mapia berisi banyak tempat sacral yang harus dijaga dan jika dibuka maka ada banyak lokasi yang hilang “Jangan mencari kesempatan. Rakyat Papua sedang trauma menghadapi pandemi Covid-19 tapi tiba – tiba rencana ini muncul, kami tolak,” kata Mapians sebelum menyerahkan pernyataan sikap kepada Laurenz Kadepa, salah satu anggota DPR Papua yang menerima aspirasi tersebut. 

 Malah para pendemo mengancam bila niat tersebut terus dilanjutkan maka  Dogiyai disarankan dikembalikan ke kabupaten induk Nabire karena hingga kini tidak mampu membangun dan memajukan daerah dan masyarakatnya. Laurenz menyampaikan bahwa aspirasi ini akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang di DPRP. “Ini akan kami teruskan,” singkat Kadepa didampingi Ketua Fraksi PAN DPR Papua, Sinut Busup, Anggota Komisi I DPR Papua, Las Narigi, Anggota DPR Papua, Namantus Gwijange, Thomas Sondegau, Mesak Magai, Alfred Fredy Anouw dan Apeniel Sani. 

 Anggota DPR Papua, Mesak Magai menambahkan isu pemekaran Mapia Raya ini hanya dibangun oleh sekelompok orang dan ia meyakini masih sulit mengingat Dogiyai baru lahir tahun 2008. “ Dogiyai ini seperti anak kecil. Tali pusar saja belum sembuh. Tadi disampaikan kantor saja masih sewa dan saya akan sampaikan bupati agar bangun kantor dulu, tidak perlu piker yang lain,” tegasnya. 

 Apalagi moratorium terhadap usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) belum dicabut oleh pemerintah. Senada disampaikan Alfred F Anouw  yang merupakan asli Dogiyai. “Kita tahu jumlah penduduk Mapia hanya 5 ribu saja, kedua sumber daya manusia yang siap bekerja sangat minim. SDM orang Mapia siap termasuk soal wilayah. “Tidak perlu ditanggapi soal pemekaran ini, karena moratorium DOB belum dicabut pusat,” pungkasnya. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

15 hours ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

16 hours ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

16 hours ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

17 hours ago

Rupiah Bakal Perkasa Lagi! Bos BI Siapkan 7 Jurus Maut

Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…

17 hours ago

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…

18 hours ago