Bupati juga mengharapkan kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anaknya, jangan membiarkan anak berkeliaran di jalan tanpa tujuan yang jelas hingga mereka terlibat dalam pergaulan yang tidak sehat seperti menghisap lem Aibon dan sebagainya.
“Fenomena yang terjadi saat ini, meskipun anak itu bersekolah namun usai pulang sekolah mereka sering dibiarkan dijalan melakukan aktifitas seperti tutup motor, dan apabila mendapat uang dari situ mereka berpikir untuk tak mau lagi sekolah dan melanjutkan aktifitas di jalan karena berfikir mencari uang lebih mudah dengan cara itu,”beber Bupati Murib.
“Kita tak melarang anak mencari uang, saat ini pendidikan mereka sangat penting, sehingga perlu untuk dibatasi sehingga mereka bisa tetap melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…